Ya, Beginilah Wakil Kita!

RAPAT PARIPURNA DPR untuk menetapkan hasil penyelidikan PANSUS HAK ANGKET BANK CENTURY, hari kedua tanggal 3 maret 2010, berlangsung begitu alot dan menegangkan. Kericuhan bahkan sempat terjadi pada rapat hari pertama. Mengapa hal memalukan seperti ini sering terjadi di rumah anggota dewan yang terhormat?

Sudah dapat dipastikan bahwa, kepentingan PARTAI POLITIK dan POLITIKUS adalah rajanya. Bagi mereka bukan masalah KEBENARAN yang menjadi prioritas utama. Melainkan untuk mendapatkan KEMENANGAN. Sebuah tujuan yang harus dicapai bagaimanapun caranya. Bahkan kalu harus menggadaikan kebenaran yang katanya sedang mereka perjuangkan, akan mereka lakukan.

Mereka dapat membantah dan memberikan berbagai alasan serta argumen. Itu memang keahlian mereka. Namun fakta yang kita lihat memperlihatkan bukti secara terang benderang.

Jika bukan masalah menang-kalah, mengapa mereka harus debat kusir, gontok-gontokan dan saling sindir serta melecehkan. Kebenaran sejati tidak akan terungkap dengan cara seperti itu. Kebenaran sejati hanya dapat diperoleh dengan berpikir dan bertindak bijaksana, layaknya orang dewasa. Bukan dengan cara bertindak dan berpikir orang dewasa yang berperilaku layaknya ANAK TK.

Meskipun telah berganti generasi, nampaknya olok-olok almarhum GUS DUR terhadap anggota dewan yang terhormat masih berlaku. Bahkan kita tak perlu melihat untuk membuktikan. Cukup dengan mendengarkan suara-suara saat mereka bersidang. Seperti yang dapat kita dengar pada RAPAT PARIPURNA DPR dua hari berturut-turut kemarin.

Teriakan-teriakan anggota dewan yang berebut perhatian ketua sidang, untuk melakukan interupsi, meskipun mereka tahu anggota lain sedang bicara. Celakanya, kebanyakan hanya menyuarakan sesuatu di luar substansi yang sedang dibicarakan, atau hanya berupa pengulangan apa yang sudah dikatakan anggota lain. Seperti ANAK TK yang berebut perhatian gurunya hanya untuk sekedar berkata: BU GURU BAJUKU BARU!

Belum lagi celotehan dan teriakan mereka yang dapat kita dengar sepanjang waktu RAPAT PARIPURNA. Celotehan dan teriakan yang tak berguna, kadang kasar dan melecehkan. Seperti yang dilakukan orang stres untuk melepaskan beban dan ketegangan. Bahkan saat anggota dewan lainnya sedang berbicara. Untungnya setingan mikrophone hanya memungkinkan 3 buah yang dapat hidup bersama di floor. Tak terbayangkan bagaimana jadinya jika 500-an mikrophone hidup semua. Hiruk pikuk di pasar induk menjelang lebaranpun mungkin tak ada artinya.

Tapi mau apalagi? belasan tahun setelah reformasi tak mengubah perilaku memalukan kebanyakan anggota dewan. YA, BEGINILAH WAKIL KITA! Orang yang telah kita pilih dengan mengorbankan tenaga dan pikiran rakyat, serta trilyunan rupiah uang negara. Apakah rakyat telah mendapatkan yang terbaik?

SAATNYA ANGGOTA DPR MENJAWAB! Masih banyak waktu untuk menjawab pandangan miring rakyat tentang ANDA! Semuanya, tak merujuk pada satu-dua partai tertentu saja.

About these ads

One response to “Ya, Beginilah Wakil Kita!

  1. sastrakelabu Maret 5, 2010 pukul 10:35 am

    keren, Mas!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.