Demonstrasi Mahasiswa Anarki Sebuah Keharusan?

Konon karena tak tahan dihina saat mengawal demonstrasi mahasiswa, oknum polisi menyerang dan merusak SEKRETARIAT HMI cabang Makassar, yang memicu serangan balik mahasiswa ke pos polisi setempat.

Apapun alasannya, jika benar mereka pelakunya, tindakan oknum polisi itu tidak dapat dibenarkan. Namun mahasiswa atau elemen mahasiswa juga harus mawas diri, apakah aksi mereka saat berunjuk rasa selama ini baik-baik saja, sehingga tidak mungkin memicu kemarahan dan sakit hati orang atau pihak lain.

foto detikJika kita mencermati aksi demonstrasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya, saat berlangsung SIDANG PARIPURNA DPR dan hari-hari sesudahnya, layak kita geleng-geleng kepala serta mengelus dada. Bagaimana mereka berusaha menerobos barikade polisi dan berusaha merobohkan pagar. Bagaimana mereka memprovokasi aparat agar bertindak represif, dengan melakukan pelemparan batu dan bambu atau kayu. Apakah ini memang cara yang terbaik untuk menyuarakan pendapat dan mengawal para anggota dewan agar tidak mengkhianati rakyat?

Seperti yang terjadi di Makassar, dan yang telah berulang kali terjadi, MAHASISWA DEMONSTRAN bukan hanya memblokir jalan utama dan membakar ban. Mereka juga menyandera mobil-mobil pemerintah, memukul dan menginjak-injak serta berorasi di atasnya. Belakangan mereka juga merusak mobil plat merah yang mereka sandera dan beberapa fasilitas umum.

Apakah mereka tidak pernah berpikir bahwa, aksi tidak simpatik tersebut dapat merugikan kepentingan masyarakat? Para pengendara yang terhambat aktivitasnya. Para sopir angkot yang kehilangan peluang untuk segera mendapatkan uang setoran dan uang yang harus dibawa pulang untuk menghidupi keluarganya. Pemilik toko atau warung yang kehilangan peluang mendapatkan keuntungan, karena terpaksa menutup usahanya, karena takut terkena imbas aksi brutal mereka.

Tak heran jika belakangan ini masyarakat sekitar kejadian mulai turut memberi perlawanan terhadap aksi MAHASISWA ANARKIS paska PENYERANGAN SEKRETARIAT HMI Makassar. Tak tertutup kemungkinan perlawanan serupa dilakukan masyarakat yang merasa terganggu dan dirugikan ulah para MAHASISWA ANARKIS dan DEMONSTRAN BRUTAL tersebut.

Seharusnya mahasiswa, sebagai seorang intelektual muda, segera sadar bahwa aksi tidak simpatik saat berunjuk rasa, tidak akan menyelesaikan masalah yang mereka persoalkan. Bahkan sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah baru yang lebih merugikan dan segera terasa efeknya.

Ataukah sejatinya penyelesain masalah bukan tujuan, atau setidaknya bukan prioritas aksi mereka? Lalu untuk apa semua hiruk pikuk itu? Untuk memuaskan ego mereka sebagai MAHASISWA SUPER yang merasa boleh melakukan apa saja? Atau hanya perwujudan kenakalan anak muda yang tak pernah tumbuh menjadi dewasa?

Sebuah ironi jika mereka minta polisi memperlakukan mereka sesuai dengan aturan, jika dalam beraksi mereka justru suka-suka melanggar aturan yang ada. Baik aturan perundang-undangan, maupun etika dan adat luhur di dalam masyarakat.

Terlalu berlebihankah jika kita semua berharap mereka dapat beraksi lebih santun, terhormat dan beradap

FOTO DOKUMENTASI DETIKCOM

3 responses to “Demonstrasi Mahasiswa Anarki Sebuah Keharusan?

  1. ronanusantara Oktober 8, 2010 pukul 9:23 pm

    yup, memang sudah disuruh seperti itu untuk memperburuk citra mahasiswa di masyarakat. sehingga ketika polisi bentrok dengan mahasiswa, masyarakat akan lebih memilih untuk menyalahkan mahasiswa..

  2. brandlee Desember 12, 2010 pukul 9:48 am

    klu bs tampilkan vidio biar lbh bgz….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s