Power Game

Sejak digulirkannya HAK ANGKET CENTURY, saling gertak dan ancam, mewarnai hubungan antara DPR dan Pemerintah. Sebuah tontonan yang tidak elok bagi masyarakat.

Merasa terpojok dan khawatir dengan kerja PANSUS CENTURY, sertai pembangkangan anggota PANSUS dari partai mitra koalisi, Demokrat dan SBY, baik secara langsung atau tidak langsung, melakukan ancaman dan gertakan. Mulai dari issue reshufle kabinet sampai proses hukum terhadap beberapa anggota dewan atau petinggi partai politik. Namun ancaman dan gertakan tersebut terbukti tidak membawa hasil seperti yang mereka harapkan.

Setelah hasil PANSUS CENTURY ditetapkan sebagai keputusan DPR dalam RAPAT PARIPURNA yang alot, panas dan sempat diwarnai kericuhan, dan setelah rekomendasi hukum diserahkan kepada Pemerintah, kini giliran anggota dewan yang menggertak dan mengancam.

Tak puas dengan respom Pemerintah atas rekonendasi tersebut beberapa anggota dewan berwacana untuk menggelar HAK MENYATAKAN PENDAPAT. Juga muncul keinginan beberapa anggota dewan untuk memboikot kedatangan MENKEU SRI MULYANI pada rapat pembahasan revisi anggaran.

Tindakan saling ancam dan gertak ini, tentu bukan hal yang baik untuk dipertontonkan kepada rakyat. Jual beli ancaman dan gertakan yang berpotensi mendorong terjadinya barter perkara antara DPR dan Pemerintah. Hal yang akan merusak tatanan dan penegakkan hukum di Indonesia. Tak heran, meskipun kelihatannya penegakkan hukum terhadap para koruptor dilakukan, dari beberapa hasil survei, Indonesia belum beranjak turun dari peringkat atas NEGARA TERKORUP.

Sudah waktunya DPR dan Pemerintah keluar dari ajang permainan kekuasaan yang menghabiskan terlalu banyak energi kreatif hanya untuk kepentingan pribadi dan partai. Energi yang seharusnya dikerahkan untuk menyejahterakan rakyat.

Setiap permasalahan yang muncul di antara Pemerintah dan DPR, harus diselesaikan secara profesional dan proporsional, agar tidak melebar kemana-mana.

Bukankah kedua lembaga negara itu, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama, mempunyai banyak tugas yang harus segera diselesaikan? DPR mempunyai tanggungan pembahasan puluhan RUU yang harus segera diselesaikan. Pemerintahpun punya banyak tugas untuk merancang dan melaksanakan banyak program pembangunan.

Lantas apakah mereka akan terus bertarung dalam permainan kekuasaan yang tak berujung pangkal, hanya untuk memuaskan ego masing-masing?

One response to “Power Game

  1. programatujuh Maret 14, 2010 pukul 3:38 pm

    nice blog kawan..

    lihat koleksi foto ogoh2, ragam budaya bali yuk?
    ni linknya :
    http://programatujuh.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s