Bareskrim Prioritaskan “Tembak” Susno Duadji

Menetapkan Komjen SUSNO DUADJI sebagai tersangka dalam kasus penghinaan dan pencemaran nama baik dua Jenderal, POLRI dianggap salah menentukan prioritas.

foto detikcomDalam waktu yang relatif singkat, tanpa melakukan pemerksaan terlebih dahulu terhadap tersangka, BARESKRIM MABES POLRI menetapkan SUSNO DUADJI sebagai tersangka kasus pelanggaran pasal 310 KUHP tentang penghinaan dan pencemaran nama baik Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas

Menurut banyak pengamat, dan saya setuju itu, BARESKRIM MABES POLRI salah dalam menentukan prioritas. Seharusnya BARESKRIM lebih mendahulukan penyelidikan kasus MARKUS pajak yang menurut SUSNO melibatkan Brigjen Raja dan Edmon. Jika tuduhan tersebut tidak terbukti, barulah kasus pelanggaran pasal 310 KUHP itu diproses.

Memang secara kasat mata, tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada mantan KABARESKRIM tersebut dapat dianggap sudah terbukti. Namun jangan lupa, penyebutan nama tersebut, merupakan bagian integral dari laporan dugaan adanya MAKELAR KASUS dalam perkara pajak, yang menurut beliau melibatkan kedua jenderal tersebut. Sayangnya, menurut saya, pak SUSNO terlalu gegabah dan terkesan sangat politis banget dalam mengungkap kasus ini ke publik. Meskipun mungkin hal ini dilandasi kekhawatiran beliau, bahwa kasus yang diungkapkan tidak akan segera ditindaklanjuti oleh MABES POLRI, jika tidak segera dibawa ke ranah publik.

Kembali ke masalah prioritas, sewajarnya POLRI mendahulukan menyelidiki adanya MARKUS terkait perkara pajak 25 milyar, karena perkara ini menyangkut nama baik institusi POLRI secara keseluruhan. Sementara perkara pencemaran nama baik itu hanya menyangkut dua nama, yang kebetulan adalah petinggi POLRI.

Jika dalam perkara 310 ini penggugat menang atau dimenangkan, secara otomatis kasus MARKUS akan gugur. Sementara persepsi masyarakat lebih percaya, bahwa apa yang dituduhkan oleh SUSNO DUADJI, dan kasus MARKUS-MARKUS lain di berbagai tingkatan institusi POLRI, adalah benar telah terjadi.

Namun jika Komjen SUSNO DUADJI yakin dirinya mengungkapkan kasus ini berdasarkan bukti-bukti atau petunjuk awal yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, bukan asal tuduh karena sakit hati, beliau harus menganggap proses hukum yang akan dijalani sebagai ajang untuk mengungkap kebenaran adanya MARKUS di tubuh POLRI. Meskipun bukan jalan ini yang beliau harapkan.

Sementara itu belum terlambat bagi POLRI, terutama BARESKRIM, untuk mengubah prioritasnya. Setidak-tidaknya kedua kasus tersebut dapat diproses secara bersamaan, karena memang saling berkaitan.

Jangan sampai publik beranggapan, prioritas penanganan kasus pelanggaran kode etik dan pencemaran nama baik ini, untuk menekan SUSNO DUADJI agar tidak lagi BERNYANYI. Trik ini kemungkinan besar tidak akan berhasil. Ujung-ujungnya malah masyarakat menduga kasus MARKUS ini tidak hanya menyangkut kedua jenderal seperti tuduhan pak SUSNO. Namun, secara aktif maupun pasif, juga melibatkan lebih banyak petinggi dari berbagai tingkat jabatan dan kepangkatan di MABES POLRI!

Perlu saya tekankan di sini, sebagai masukan buat POLRI, MARKUS atau MAKELAR KASUS, atau apapun istilahnya, PASTI ADA dan akan selalu ada sepanjang masa. Seperti pelacur yang selalu ada sepanjang zaman, karena memang ada kebutuhan riel dari orang-orang tertentu. Yang penting POLRI harus selalu memeranginya secara profesional dan berkekanjutan, untuk mengurangi semaksimal mungkin dampak buruknya.

Foto dokumentasi detikcom

One response to “Bareskrim Prioritaskan “Tembak” Susno Duadji

  1. omiyan Maret 25, 2010 pukul 11:26 am

    betul mas tapi secara tidak langsung ini menunjukkan memang terjadi MARKUS ditubuh POLRI sayang banget jaman sekarang orang mau bicara kebenaran keburu dibungkam dengan yang namanya TINDAKAN PENCEMARAN NAMA BAIK…

    go to hell aja deh buat para pejabat yang seperti itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s