PDIP Hanya Punya Megawati?

foto detikcomApakah PDIP hanya mempunyai Megawati dan keluarganya? Sebuah pertanyaan iseng yang layak direnungkan. Meskipun hal tersebut merupakan urusan internal partai, namun masyarakat tentu berhak memberikan pandangannya.

Jauh hari jelang KONGGRES III PDIP di Bali, yang salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Umum, praktis hanya nama Megawati yang ramai diperbincangkan. Menyusul nama adiknya, Guruh Soekarno, serta kedua putranya Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

Pada Konferensi Daerah atau KONFERDA PDIP nama-nama itu mengerucut pada Megawati yang mendapat suara mutlak hampir seluruh DPC dari 33 DPD dan hanya 4 DPC yang berani beda mengusung Guruh.

Berdasarkan hasil KONFERDA tersebut praktis langkah Megawati untuk menduduki kembali kursi Ketua Umum partai banteng moncong putih sudah tak terbendung lagi. Praktis KONGGRES di Bali besok, hanya tinggal ketuk palu untuk mengesahkannya. Kalaupun 4 DPC yang mendukung Guruh berani ngotot, apalah artinya suara mereka dibanding 471 DPC yang bulat-bulat mendukung Megawati.

Hal ini terlihat dengan upaya penonjolan sosok Megawati di seputar tempat KONGGRES melalui taburan spanduk dan baliho, sertai pameran foto Megawati semasa Orba. Upaya pengerdilan Guruhpun konon terjadi dengan diturunkannya spanduk dan baliho di seputar tempat KONGGRESS, yang konon untuk menjaga soliditas partai.

Ironisnya lagi, pada bursa pemilihan Sekjen dan Wakil Ketua Umum, sebuah jabatan baru yang mungkin diadakan, nama-nama ketiga keluarga Soekarno tersebut muncul lagi, selain nama-nama yang sudah tak asing lagi yaitu: Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan Maruarar Sirait. Tak terbayang kalau nantinya susunan pengurus DPP sebagai berikut: Ketua Umum Megawati, Wakil Ketua Umum Guruh, Sekjen Prananda atau Puan, dan Ketua MPP Taufiq Kiemas. Meskipun hal ini tidak mungkin, namun dapat menjadi gurauan yang menyegarkan selama KONGGRES berlangsung.

Kembali tentang Megawati, semua orang tidak akan meragukan kemampuan beliau dalam menjaga soliditas internal dan idiologi partai. Namun kecenderungan merosotnya perolehan suara PDIP dan kursi parlemen, serta kekalahan pada PILPRES dalam dua kali penyelenggaraan PEMILU terakhir, mengindikasikan adanya sesuatu yang salah pada kepemimpinan beliau. Sesuatu yang agaknya sulit diterima oleh beliau dan sebagian besar kader pendukungnya. Tapi itulah kenyataanya.

Lagi pula sebagai partai besar, sangat aneh kalau tidak ada kader atau tokoh berkualitas yang mempunyai kemampuan dan keberanian untuk MENANTANG Megawati pada bursa pemilihan Ketua Umum, meskipun akhirnya kalah juga. Jika ini yang terjadi patut kita menduga, kaderisasi kepemimpinan di PDIP telah gagal total!

Semoga saja pada KONGGRES III PDIP 6-9 April besok, ada sekelompok kader muda yang berani menentang arus utama, dan menghidupkan suasana KONGGRES secara demokratis, dan TANPA PERPECAHAN seperti konggres terdahulu! Itupun kalau Megawati dan pendukung setianya benar-benar legawa menerima berbedaan dalam upaya untuk semakin MENJAYAKAN partai.

Foto dokumentasi detikcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s