Megawati Harus Rela Dan Tega Mundur Satu-dua Langkah!

foto detikcomKONGGRES III PDIP akan dibuka hari ini. Agenda pemilihan Ketua Umum atau KETUM diperkirakan tak akan seramai pemilihan KETUM Partai Demokrat dan partai lain. Jika tak ada kader atau sekelompok kader yang berani mengusik dan menantang Megawati, diperkirakan pemilihan akan berlangsung sangat cepat.

Pencalonan tunggal Megawati sebagai KETUM PDIP periode 2010-2015, nampaknya sudah dirancang sejak awal. Bahkan Guruh yang menurut hitungan pasti kalah, karena hanya didukung oleh 4 DPC, sama sekali tak diberi kesempatan. Dengan alasan dapat menggganggu ketertiban konggres, balihonya disingkirkan dari sekitar tempat konggres. Bahkan dengan pongah Puan Maharani,sang keponakan yang menjadi ketua panitia konggres, menyatakan jika Guruh tidak puas SILAKAN KELUAR DAN MEMBENTUK PARTAI BARU! Sebuah sikap sombong dan lupa bahwa hengkangnya beberapa tokoh PDIP pada Konggres terdahulu yang berujung lahirnya Partai Demokrasi Pembaruan, mungkin merupakan salah satu faktor penurunan perolehan suara PDIP pada Pileg 2009.

Kembali ke masalah KONGGRES di Bali yang dibuka hari ini. Jika acara pemilihan KETUM diperkirakan akan damai-damai saja, isue penambahan posisi WAKIL KETUA UMUM pada struktur DPP yang baru dan kader yang yang akan menjabat, boleh jadi akan ramai dan penuh dinamika. Sejak awal pro-kontra perlu tidaknya posisi ini mulai merebak dan diperkirakan akan memuncak pada saat sidang komisi organisasi.

Menurut saya, posisi WAKETUM sangat penting terutama jika KONGGRES menetapkan lagi Megawati sebagai KETUM partai si moncong putih. Sebuah posisi yang dapat menjadi luapan energi bagi para kader yang merasa sungkan atau tak enak hati dan terlalu pengecut untuk bertarung melawan Megawati.

Bursa pemilihan WAKETUM ini juga bisa dijadikan sebagai model dan wacana pembelajaran pemilihan KETUM pasca mundurnya Megawati pada KONGGRES IV kelak.

Posisi WAKETUM ini bisa pula menjadi sarana suksesi kepemimpinan yang cukup ideal bagi PDIP yang sudah terlalu lama mengandalkan sosok Megawati. Syarat utamanya… Megawati harus rela dan tega MUNDUR SATU-DUA di belakang sang WAKETUM terpilih. Lebih ideal lagi jika PDIP berani mendudukkan kader muda berkualitas yang bukan dari trah Soekarno. Karena menurut saya, generasi ke-tiga Soekarno ini masih perlu waktu untuk mematangkan diri dan melepaskan diri dari bayang-bayang nama besar Soekarno. Bisa?

Jangan bilang PDIP adalah PARTAI BESAR jika tidak bisa!

Foto dokumentasi detikcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s