KAPOLRI Larang Susno dkk Penuhi Panggilan DPR

logo dprDalam menjalankan fungsi pengawasan, DPR mestinya bertindak lebih bijaksana dan tidak arogan. Mereka harus tahu kapan waktu yang paling tepat untuk ikut terlibat dalam suatu urusan, agar tidak mengganggu kinerja pemerintah atau lembaga yang diawasi. Tidak terlalu dini, namun juga jangan sampai terlambat. Disamping itu mereka juga harus menghormati hak prerogatif partner kerjanya.

Seperti yang diberitakan beberapa media, Panitia Kerja Perpajakan Komisi XI DPR, gagal menghadirkan tiga Pati Polisi, untuk didengar keterangannya pada acara Rapat Dengar Pendapat yang sedianya berlangsung hari ini. Ketiga Pati tersebut adalah Komjen Susno Duadji, Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas. Mereka akan dimintai keterangan seputar perkara MARKUS dan penyelewengan pajak oleh Gayus Tambunan, yang sedang ditangani kepolisian.

Dalam surat balasan kepada Komisi XI yang ditandatangani KAPOLRI Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri, dikemukakan alasan mengapa POLRI tidak mengijinkan ketiga Pati tersebut diperiksa dalam RDP dengan Panja Perpajakan Komisi XI tersebut.

KAPOLRI khawatir pemberian keterangan ketiga Pati tersebut dapat mempersulit dan mengganggu penyelidikan yang sedang dilakukan, serta kemungkinan dapat memunculkan OPINI PUBLIK yang kontra produktif terhadap upaya Kepolisian untuk mengungkap kasus MAFIA HUKUM dan penyelewengan pajak tersebut.

Saya berpendapat DPR, dalam hal ini Komisi III dan XI, harus bisa menghormati keputusan KAPOLRI dan tidak mendesakkan kemauannya, apalagi kalau sampai main ancam seperti yang dilakukan terhadap KPK terkait kasus Century.

Hal tersebut bukan berarti DPR tidak boleh mengetahui proses hukum yang sedang dilakukan POLRI. Komisi III dan Panja Perpajakan Komisi XI, dapat memanggil KAPOLRI atau para Penyidik yang sedang menangani kasus ini, dalam Rapat Dengar Pendapat TERTUTUP, untuk memberi penjelasan seputar penanganan kasus tersebut.

Pemanggilan langsung terhadap ketiga Pati yang sedang menjadi terperiksa, kesannya DPR atau Komisi terlalu dalam turut campur urusan Kepolisian dan hanya berupaya untuk mencari sensasi dan perhatian publik.

Bukankah DPR seharusnya fokus terlebih dahulu pada penyelesaian kasus SKANDAL BANK CENTURY oleh KPK? Ingat hiruk pikuk dan sensasi pelaksanaan ANGKET CENTURY? Jangan sampai DPR disepadankan dengan ANAK NAKAL yang suka menyulut petasan besar, lalu lari meninggalkannya, untuk menyalakan petasan di tempat lain…dan ditinggal pergi lagi!!!

Susno Duadji juga harus legawa dan menghormati keputusan KAPOLRI untuk tidak memenuhi undangan Komisi III. Bagaimanapun sampai saat ini beliau masih menjadi anggota POLRI yang terikat dengan kode etik yang berlaku bagai semua Polisi, tanpa perkecualian. Atau mengundurkan diri sebagai anggota POLRI agar lebih leluasa bermanufer, untuk kepentingan pribadi!

One response to “KAPOLRI Larang Susno dkk Penuhi Panggilan DPR

  1. BimaSakti85 April 9, 2010 pukul 8:46 am

    lagi jadi hot news nich😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s