Permainan Susno Duadji?

foto metrotvnewsDUA HARI sejak penangkapan Komjen Susno Duadji oleh PROPAM, gelombang kritik dan cercaan masih mendera POLRI. Mulai dari pengacara, anggota dewan, KOMNAS HAM dan tokoh masyarakat. Suatu hal yang kontraproduktif dengan upaya POLRI untuk memperbaiki citra, teristimewa sejak adanya konflik internal dengan Susno Duadji.

Sebaliknya, mantan KABARESKRIM tersebut menuai makin banyak pujian, simpati dan dukungan dari banyak pihak. Terakhir yang saya dengar 25 orang rombongan dari DPRD Kabupaten Lahat Sumsel, mampir ke rumahnya untuk memberi dukungan moril terhadap sang pahlawan yang konon sedang sakit.

Namun bagi saya tetap ada hal yang mengganjal tentang peristiwa yang sangat menghebohkan di bandara tersebut.
Bukan pada peristiwa penangkapan itu sendiri yang nampak begitu nyata, seperti liputan Mahendro Wisnu, wartawan METRO TV yang kebetulan juga akan terbang ke Singapura petang itu, yang kemudian di blow-up oleh stasiun METRO TV melalui tayangan berulang, seperti ingin menanamkan kesan tertentu, dan tentang pihak tertentu ke benak pemirsanya.

Beberapa hal mengganjal seputar kepergian Susno ke Singapura yang terkesan mendadak itulah yang menimbulkan tanda tanya besar di benak saya. Alasan untuk berobat atau memeriksakan kesehatan terkesan absurd di telinga saya. Sepertinya beliau sehat-sehat saja. Jika benar-benar sakitpun sepertinya tidak parah-parah amat sehingga perlu berobat jauh-jauh ke Singapura. Apalagi kalau hanya sekedar pemeriksaan kesehatan. Atau mungkin perwira tinggi POLRI ini sudah ketularan orang-orang kaya di negeri ini yang SINGAPURA MINDED dalam soal kesehatan?

Hal kedua adalah sebagai mantan KABARESKRIM beliau pasti mengerti soal aturan bagi anggota POLRI yang ingin ke luar negeri dan beliaupun pasti tahu kalau sedang DIAWASI. Jadi beliau sangat yakin kepergianya ke luar negeri tanpa ijin KAPOLRI pasti diketahui, dan dapat memprediksi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Lalu mengapa beliau nekat pergi juga? Apakah itu suatu tindakan provokasi yang telah diperhitungkan agar beliau ditangkap?

Sebuah kebetulan lagi, Sjahril Djohan, yang kini sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, pada saat itu pula transit di Singapura dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Australia. Konon MR X ini juga ingin berobat atau memeriksakan kesehatan. Mungkinkah ada kesepakatan diantara mereka berdua untuk bertemu di sana. Toh bukan kali ini saja beliau bertemu dengan tersangka. Ingat pertemuan beliau dengan Anggoro?

Semua itu mengerucut pada dugaan bahwa penangkapan terhadap dirinya memang sengaja dirancang dengan melibatkan jurnalis dan atau media, baik secara aktif maupun pasif. Pada tayangan di METRO TV, pak Susno dikabarkan sempat mengirim SMS kepada seseorang di station TV tersebut, tentang peristiwa penangkapan dirinya oleh PROPAM. Untuk apa? Mungkin untuk mempertajam kesan tentang dirinya yang dimusuhi oleh sejawatnya di POLRI. Atau untuk tujuan lain lain yang belum kita ketahui?

Bagi para pendukung dan simpatisan yang sudah terlanjur terkesan dengan keberanian Susno Duadji membongkar borok di institusi POLRI, hal yang saya sebut di atas mereka anggap tidak masuk akal. Namun bagi kita-kita yang masih mempertanyakan soal tujuan dan motivasi sebenarnya dari tindakan kontroversial Susno Duadji selama ini, kejanggalan-kejanggalan tersebut di atas perlu beliu jawab sejujur-jujurnya. Seperti kejanggalan-kejanggalan soal penangkapan beliau di bandara, yang harus di jawab oleh MABES POLRI!!!

Foto dokumentasi METROTVNEWS.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s