Andaikata Saya Ahli Waris Mbah Priok

foto detikcomBagi saya, dan tentu saja anda, bentrok berdarah antara SATPOL PP dengan warga Koja Jajarta Utara dan sekitarnya, sangat mengerikan. Kok bisa-bisanya sampai begitu. Oleh karena itu, ANDAIKATA saya adalah ahli waris dari Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias MBAH PRIOK, saya akan bongkar komplek makam, dan memindahkan jasad kakek atau kakek buyut ke tempat pemakaman umum, berbaur dengan makam-makam lainnya.

Hal ini saya lakukan bukan karena saya tidak mencintai dan menghormati beliau. Namun sebaliknya hal tersebut saya lakukan karena saya tak ingin makam beliau menjadi dan atau dijadikan masalah, apalagi kalau sampai menimbulkan korban jiwa seperti kejadian dua hari yang lalu.

Saya yakin kakek atau kakek buyut saya, sebagai seorang muslim sejati, tak ingin makamnya diperlakukan terlalu istimewa bahkan dikeramatkan, karena jika tidak kuat imam bisa menggelincirkan diri kita kepada perbuatan musyrik. Sayapun tak pernah bisa benar-benar yakin, apakah orang-orang yang terlihat khusuk bersimpuh di sekitar makam, sedang mendoakan almarhum kakek atau sedang mohon berkah pangestu kepadanya. Bukan kepadaNYA!

Sebagai gantinya, di bekas makam kakek akan saya bangun sebuah masjid, untuk mengenang dan meneruskan syiar Islam yang belum beliau tuntaskan, karena Allah keburu memanggilnya. Saya yakin itulah yang akan beliau titahkan kepada keluarga, kerabat dan umat untuk dilakukan, seandainya dahulu beliau masih punya kesempatan untuk menyampaikannya sebelum wafat. “Bangunlah sebuah masjid anakku, cucuku, saudaraku. Bukan makam yang megah, yang tak berguna lagi buatku dan buat orang lain.”

Akan lebih elok kalau orang mengenang dan mendoakan kakek atau kakek buyut saya, MBAH PRIOK, di masjidnya, bukan di pusaranya. Jika kita, maaf, dapat menertawakan orang yang berdoa di depan patung atau benda keramat lainnya, kini tiba saatnya kita mentertawakan diri sendiri yang memuja dan berdoa di depan pusara orang yang kita keramatkan!

Terkait sengketa tanah dengan PT PELINDO, saya akan berjuang keras untuk mempertahankan hak saya. Bahkan kalau harus berjuang sampai titik darah penghabisan. Tapi kalau sampai hal tersebut terjadi, saya bersumpah itu hanya darah saya dan keluarga. Bukan darah orang lain!

Foto dokumentasi detikcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s