Inkompetensi DPR?

Kalau meminjam istilahnya Tukul Arwana, sang host fenomenal talk show BUKAN EMPAT MATA, waktu LOUDING anggota DPR kita itu super lelet. Rapat Paripurna DPR tanggal 3 maret 2010, telah mengesahkan hasil ANGKET CENTURY, yang salah satunya berupa rekomendasi untuk menuntaskan skandal Bank Century secara hukum. Setelah rapat itu pula beberapa inisiator hak angket telah mengemukakan rencananya membentuk TIM PENGAWAS, untuk mengawal pelaksanaan rekomendasi DPR itu. Namun sudah hampir dua bulan, TIM PENGAWAS itu belum terbentuk.

Sebagai orang luar yang tidak terlalu paham dengan cara-cara kerja anggota dewan, saya, dan mungkin juga anda, merasa heran dan tak mengerti. Apa sih susahnya membentuk TIM PENGAWAS? Bukannya tinggal meminta masing-masing fraksi untuk mengirimkan anggotanya? Atau ada faktor X yang menjadi penghambat?

Tapi ya begitulah anggota DPR kita, ingatannya sering timbul tenggelam seperti orang yang terkena amnesia. Sekarang bicara begini, besoknya lain lagi dan lusa teringat lagi apa yang diucapkan sekarang.

Sebenarnya kalau anggota dewan bekerja secara sistemik, TIM PENGAWAS REKOMENDASI DPR semestinya sudah terbentuk sejak dulu dan merupakan bagian integral dari keputusan Rapat Paripurna tanggal 3 maret 2010 yang lalu. Sehingga tim sudah dapat mulai bekerja sejak tanggal ditetapkannya keputusan DPR tentang hasil Angket Century.

Namun apakah memang benar-benar diperlukan pembentukan TIM PENGAWAS itu? Tidak bisakah fungsi pengawasan itu diserahkan kepada komisi DPR yang membidangi masalah hukum dan perbankan? Atau istilah teknisnya dengan mengoptimalkan fungsi dan kinerja komisi yang bersangkutang

Jangan-jangan seperti pandangan sinis beberapa orang, pembentukan tim-tim, panja-panja atau pansus-pansus semacam ini, hanyalah semacam proyek untuk mendapatkan tambahan uang saku. Apalagi kalau melihat jumlah anggota dewan yang akan dilibatkan, tak kurang dari 29-an orang. Melihat kebiasaan-kebiasaan di DPR, mustahil tak ada honor tambahan untuk kerja ekstra semacam itu. Jumlahnya pasti cukup besar. Lumayan buat tambahan isi dompet atau setoran ke partai.

Jika yang diomongkan orang-orang itu salah, saya minta maaf karena telah ikut-ikutan berprasangka buruk. Tetapi kalau yang diomongkan orang-orang itu benar….? Maaf, saudara… jadi ingin
“ke belakang!”

2 responses to “Inkompetensi DPR?

  1. BimaSakti85 April 22, 2010 pukul 7:29 pm

    yuuhuuu!!!

    bLogwaLking bro . . .

  2. romailprincipe April 24, 2010 pukul 6:58 pm

    huih..
    ini namanya hasil lobi bung..

    EKO DETO: Dan anggota dewan pasti jagonya lobi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s