Lagi-lagi Soal JUPE

foto wikipediaMESKIPUN dihadang wacana revisi UU PILKADA yang akan memasukkan unsur moralitas sebagai salah satu syarat bagi calon kepala daerah, dan keberatan dari beberapa kelompok masyarakat di Pacitan, namun tak menyurutkan keinginan Julia Perez untuk tetap ikut PILKADA, sebagai Calon Wakil Bupati yang diusung oleh koalisi 8 parpol kecil.

Bagi saya, tujuan kedelapan parpol meminang artis yang selama ini selalu berpenampilan sexy tersebut sangat jelas. Sayapun sangat yakin apa yang akan dilakukan koalisi parpol terhadap JUPE jika menang PILKADA. Itupun dengan asumsi mereka benar-benar serius untuk mendapatkan KURSI PACITAN 1 dan 2. Bukan sekedar blunder atau gurauan politik belaka.

Hampir dapat dipastikan, keputusan koalisi parpol untuk menyandingkan JUPE dengan Calon Bupati yang mereka pilih, karena mereka tak yakin beliau mampu mendulang suara yang cukup untuk memenangkan kompetisi. Harapannya popularitas si artis sexy nan kontroversial tersebut akan mendongkrak perolehan suara sang CABUB. Meskipun menurut saya hal ini seperti judi rolet. Jika tidak beruntung justru akan melobangi kepala sendiri.

Seandainya nasib baik berpihak pada JUPE, sehingga berhasil memenangkan PILKADA di kota kelahiran RI-1 itu, posisi terbaik buat si sexy sudah ditetapkan. Jika benar-benar mampu, tak ada masalah. Namun kalau sejak awal parpol dan Calon Bupati sudah tahu ketidak layakan si pelantun lagu belah duren sebagai orang kedua di Pacitan, tetapi memaksakan diri memakainya sebagai VOTE GETTER, tetap saja ada posisi yang tepat buat dia.

Dia dapat didudukkan di belakang meja dan diberi tugas-tugas administrasi ringan, atau diberi tugas keluar melaksanakan fungsi-fungsi kehumasan, meskipun jabatan formalnya tetap sebagai WAKIL BUPATI.

Gambaran seperti tersebut di atas, saya yakin merupakan ilustrasi universal untuk menjelaskan berbagai kemungkinan nasib para VOTE GETTER dari kalangan artis paska kemenangan PILKADA. Hanya menjadi pelengkap, tanpa peran yang berarti sesuai jabatan yang diraihnya. Kecuali mereka termasuk golongan orang yang bertalenta tinggi sehingga cepat belajar tentang posisi barunya, dan tak sudi jika hanya dijadikan orang kedua yang tak berarti.

Kembali ke persoalan si cantik Julia Perez, jika tetap keukeuh untuk maju menjadi Calon Wakil Bupati pada PILKADA mendatang, banyak hal yang harus segera dipelajari. Mulai dari leadership, kemampuan manajerial umum dan pemerintahan, hingga pemahaman politik yang memadai untuk menghadapi intrik politik yang pasti akan menjadi santapan sehari-hari selama menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati. Bukan hanya sekedar menutup belahan dada dan belajar menjadi lebih santun.

Pertanyaannya adalah, apakah dia mampu dan masih punya cukup waktu untuk mempelajari semua itu?

Foto dokumentasi Wikipedia Indonesia

One response to “Lagi-lagi Soal JUPE

  1. MPOK KEBEN April 30, 2010 pukul 10:01 am

    MPOK kira yang pantas untuk mencalonkan wagub pacitan adalah Mpok Keben ini yang bergelar wanita pekerja keras tipe Indonesia banget. oleh karena dandanan mpok gak kalah sampa JUPE mpok patut diperhitungkan oleh parpol@ yg belum tau sepak terjang mpok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s