Dunia Abu-abu Para Pengacara

foto detikcom“Bila saya bilang saya pengacara yang bersih, saya munafik … Dan bila pengacara-pengacara lainnya mengaku mereka bersih, mereka akan masuk penjara, mereka akan masuk neraka.” Ini adalah pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea, yang saya kutip dari situs berita online detiknews.

Jika yang dikatakan pengacara berambut gondrong itu seratus persen benar, bahkan jika hanya 50 persen benar, saya tak akan terkejut. Yang lebih mengejutkan saya justru karena hal tersebut dinyatakan oleh seorang pengacara sekondang Hotman Paris. Orang yang sudah lama terjun di dunia advokasi dan sangat paham hitam-putih dunia ini.

Naif juga kalau menganggap beliau asal bicara.
Namun mungkin beliau terlalu berani dalam menggeneralisasikan perilaku negatif tersebut kepada semua pengacara. Tetapi jika lingkupnya dipersempit pada perilaku pengacara yang membela para elite di negeri ini, apakah itu oknum pejabat atau pengusaha tajir, yang tersandung kasus-kasus korupsi dan kejahatan elite lainnya…? Mungkin kita akan menganggukkan kepala, menyatakan kesepahamannya dengan kata-kata pengacara yang suka bicara blak-blakan ini.

Sebenarnya nalar orang awampun bisa memahami perilaku kotor pengacara nakal seperti yang digambarkan bang Hotman. Para elite yang tersangkut kasus-kasus besar, menyewa mahal seorang pengacara bukan sekedar agar dirinya menjalani proses hukum secara benar tanpa intimidasi. Lebih jauh dari itu, mereka ingin bebas dari segala tuduhan, meskipun kejahatan yang dipersangkakan kepadanya adalah benar. Jika berdasarkan bukti yang ada mereka dipastikan kalah, apalagi yang akan dilakukan sang penasehat hukum untuk membebaskan kliennya, kalau tidak mempermainkan kekuasaan uang yang terbukti sangat ampuh?

Jika sudah sampai ke tahap ini, siapa lagi yang lebih paham dalam menentukan siapa-siapa yang harus dibungkam gepokan uang dan bagaimana melakukannya secara halus dan tepat guna, selain sang pengacara?

Jadi, jika bicara soal mafia hukum kurang lengkap kalau kita tidak memasukkan oknum pengacara sebagai pelaku dalam permainan ini. Seperti yang terungkap dalam kasus Gayus Tambunan, sangat nyata peran Hoposan Hutagalung, sang pengacara.

Kembali ke pernyataan Hotman Paris di awal tulisan ini, beliau sendiri tidak menyatakan dirinya bersih, namun juga tidak secara tegas mengatakan yang sebaliknya. Terkesan sangat abu-abu.

Faktanya, dunia para pengacara memang dunia abu-abu, dan selamanya akan tetap abu-abu.

Foto dokumentasi detikcom

One response to “Dunia Abu-abu Para Pengacara

  1. mobil88 April 29, 2010 pukul 6:34 pm

    bukan hanya dalam dunia hukum….segala bidang ada dunia abu-abu….
    yg terpenting adalah bagaimana kita mengatakan ya dan tidak….
    salam hangat bro dari http://mobil88.wordpress.com😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s