Merasa Besar Harus PD

PELARANGAN atau bahkan pengrusakan bangunan yang diduga atau dipastikan akan menjadi tempat ibadah umat agama tertentu, oleh warga seputar lokasi atau oleh sekelompok orang yang mengaku muslim, sudah sering terjadi dan akan terus terjadi jika tidak ada perubahan sikap kedua belah pihak, terutama dari warga muslim itu sendiri.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di desa Cibeureum, Cisarua, Bogor. Ratusan orang telah melakukan pengrusakan terhadap sebuah wisma yang sedang dibangun oleh sebuah yayasan, dan oleh warga di duga akan dijadikan tempat pendidikan dan ibadah.

Sebenarnya seberapa menakutkannya tempat-tempat ibadah itu bagi Umat Islam di sekitarnya? Bukankah sebagai umat minoritas yang tersebar di tengah-tengah mayoritas Muslim, pendirian rumah ibadah di wilayah tersebut adalah sebuah keniscayaan?

Kekhawatiran kelompok Muslim tertentu terhadap apa yang dianggap sebagai upaya pemurtadan oleh penganut agama yang lain itu, mungkin sangat berlebihan dan cenderung paranoid. Karena sejauh pengetahuan saya, mereka tak akan gegabah mendekati umat Islam yang terlihat tekun beribadah. Sebagai contoh, mereka tak akan berusaha mendekati orang yang diketahunya rajin ke mushola. Mereka hanya akan mendekati umat awam, yang meskipun mengaku beragama Islam pada KTP, namun belum menjalankan ibadah selayaknya seorang Muslim sejati. Atau, mereka akan mendekati warga tak mampu, yang terabaikan oleh lingkungannya.

Sewajarnya kalau upaya-upaya tersebut di atas membuat panas hati ulama atau pemuka agama setempat. Namun sewajarnya jika hal tersebut tidak dilampiaskan dengan menghasut umat binaannya, baik secara langsung atau tidak langsung, untuk melakukan tindakan fisik terhadap penanut agama lain itu.

Ajakan penganut agama lain, yang umumnya dilakukan dengan berbagai cara kreatif itu, hendaknya disikapi oleh warga Muslim terutama para ulamanya dengan pemantapan keimanan dan ke-Islaman dengan cara-cara yang kreatif pula. Para ulama dan umat harus pula lebih peduli kepada tetangga yang sedang mengalami kesulitan, dan jangan meninggalkan mereka.

Menjauhkan umat Islam dari rumah ibadah atau atribut agama lain, tak secara otomatis akan semakin mendekatkan umat ke Masjid atau Mushola. Jika kita mau jujur dan terbuka melihat lingkungan kita, akan banyak kita temui tempat-tempat ibadah kaum Muslim yang merana di tengah-tengah umatnya.

Sebagai penganut agama terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, seharusnya umat Islam lebih percaya diri atau PD, dan tak merasa gentar jika didekati rumah ibadah agama lain.

Sebagai penutup saya akan menceritakan kepada anda tentang sebuah fakta. Di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. ada sebuah tempat ibadah agama lain yang berdiri tepat di samping sebuah Masjid. Meskipun tempat ibadah itu dapat menarik minat beberapa warga desa, tak ada upaya fisik yang untuk menyingkirkannya. Sampai saat inipun kedua tempat ibadah itu masih tetap berdiri berdampingan. Dan ironisnya, tempat ibadah agama lain itu terlihat lebih terurus meskipun mempunyai umat yang jauh lebih sedikit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s