Amien Rais Bla… Bla… Bla…

foto detikcomSETELAH kalah secara tragis di putaran pertama PILPRES 2004, praktis Amien Rais surut kebelakang dari panggung politik. Entah secara sukarela atau karena terlindas zaman. Yang pasti sang tokoh reformasi makin tak terdengar suaranya, kecuali pada beberapa kesempatan, memanfaatkan peristiwa yang sedang in, kadang terdengar sentilan sinisnya, terutama yang mengarah kepada pemerintah yang sedang berkuasa.

Seperti sekarang ini, pada hari ulang tahunnya, yang berdekatan dengan waktu pemeriksaan KPK atas Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani terkait skandal Bank Century.

Dengan gaya sinisnya yang sangat khas beliau menyatakan, kasus skandal Bank Century tak akan pernah terselesaikan secara tuntas, karena semua lembaga penegak hukum, termasuk KPK, tak mempunyai kredibilitas lagi untuk memberantas korupsi. Ibaratnya pendosa ingin memberantas pendosa.
“Seluruh negeri adalah pendosa. Kepolisiannya, KPK, DPR-nya sami mawon”

Mantan ketua MPR itu berkata, seolah-olah sudah tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja lembaga penegak hukum kita, termasuk DPR. Sebuah fatalisme yang sangat parah.

Lalu apa yang dapat beliau tawarkan untuk menyelesaikan semua itu? Mungkin sekedar REFORMASI tidak akan cukup ampuh. Mungkin sebuah REVOLUSI!

Namun, jika diberi kesempatan sekali lagi, saya ragu beliau mampu melakukannya. Karena menurut saya mantan ketua PP Muhammadiyah tersebut bukanlah seorang REFORMIS, apalagi seorang REVOLUSIONIS. Kesan saya, beliau adalah seorang OPORTUNIS sejati. Tragisnya, nasib baik tak pernah berpihak kepadanya!

Bagaimana menurut anda?

Foto dokumentasi detikcom

2 responses to “Amien Rais Bla… Bla… Bla…

  1. wiwikbasuki Mei 1, 2010 pukul 11:51 pm

    Sekedar review ‘ detik-detik reformasi ‘ :

    -Sejarah Super Semar akan berulang jika wong Jogja kui mengiyakan tawaran pesan via mantan Mensekneg yg notabene adl orang kepercayaan ‘ penguasa orba ‘ , sekaligus penyusun teks pidato pengunduran dirinya. Pilihan dia : Kalau ingin jadi RI 1, haruslah lewat mekanisme demokrasi ! ;

    – The Great Moment to become Ketua Dewan Nasional pun ditolaknya ;

    – Ketika mesin perang telah digelar Sang Menantu di seputar Monas, ” Rapat Pleno Kroni Orba ” memanggil dan mendukung lokomotif reformasi itu tampil menjadi RI 1, he said : No Way ! Dia kukuh pada kesepakatan Ciganjur, pantang mengkhianati janji apalagi menelikung teman ( baca : Presiden ke 3 ).

    Jika 3 peluang emas ini telah diabaikan begitu saja oleh mantan ketua ormas itu , masih bolehkah beliau menulis dibelakang namanya gelar : S sos … ? ( Sang Oportunis Sejati )

    EKO DETO: Posting ini merupakan kesan pribadi saya tentang beliau, berdasarkan pengetahuan yang saya punya. Tanks info-info anda, yang nantinya MUNGKIN dapat mengubah kesan pribadi saya tentang beliau.

  2. nengratna Mei 3, 2010 pukul 12:42 am

    enggak ngerti yang pendosa ini siapa. semoga saya tidak termasuk ek lingkaran setan ini ya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s