Walk Out!

Waktu kuliah dulu, jika tidak “sreg” dengan dosen yang mengajar, saya dan beberapa teman melakukan WALK OUT, dan memilih nongkrong di luar. Kemarin, dengan alasan tidak “sreg” dengan kehadiran Menkeu Sri Mulyani, yang secara politik sudah menjadi pesakitan kasus Bank Century, pada rapat paripurna DPR untuk mengesahkan APBN Pengganti 2010, senin 3 mei 2010, anggota Fraksi PDIP HANURA melakukan hal yang sama. WALK OUT!

Ada anggapan bahwa aksi WALK OUT ini hanyalah PERTUNJUKAN POLITIK kedua fraksi tersebut dengan memanfaatkan sidang paripurna DPR sebagai panggung politiknya. Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa muncul anggapan seperti ini.

Pertama, kehadiran Sri
Mulyani pada rapat paripurna, adalah atas undangan resmi DPR, yang diputuskan oleh Badan Musyawarah, dimana semua fraksi terwakili di situ. Sehingga alasan yang dikemukakan kedua fraksi, bahwa aksi WALK OUT ini mereka lakukan untuk menjaga nama baik DPR, karena secara politik Sri Mulyani telah ditetapkan DPR sebagai terdakwa KASUS CENTURY, patut dipertanyakan. Sebutan apa yang paling pantas bagi anggota dewan yang meninggalkan tamu yang secara resmi telah diundang oleh DPR?

Kedua, secara substansi kedua fraksi tersebut sudah menyetujui dan menandatangani APBN Pengganti tersebut, yang merupakan hasil beberapa kali rapat sebelumnya dengan Menkeu Sri Mulyani. Sehingga praktis rapat paripurna kemarin hanya untuk mengesahkan saja. Jadi kalau bukan sekedar SHOW POLITIK untuk kepentingan tertentu, sebutan apa yang lebih layak?

Mestinya anggota fraksi PDIP dan HANURA memahami dan menerima kenyataan, bahwa meskipun telah diputuskan secara politis bersalah terkait kasus bailout Bank Century, secara hukum Sri Mulyani masih manusia bebas dan masih menjadi anggota kabinet aktif, sehingga berhak mewakili pemerintah jika ditugaskan oleh Presiden.

Namun Penolakan kedua fraksi untuk menganggap Sri Mulyani sebagai wakil pemerintah, secara politik boleh-boleh saja. Meskipun patut dipertanyakan sikap konsisten mereka. Mengapa sejak awal mereka tidak lepas tangan dan memboikot rapat-rapat sebelumnya, dan tidak menandatangani hasil rapat dengan sang pesakitan politik itu? Apakah karena tidak mau dianggap sebagai pengkhianat rakyat, karena beberapa pihak telah mewanti-wanti, bahwa pembahasan APBN Pengganti adalah demi kepentingan rakyat?

Agak melenceng dari pembahasan tersebut di atas, apakah mereka juga akan mengusulkan penonaktifan rekan mereka, Muhammad Misbakhun, yang kini sedang tersangkut kasus hukum dan bahkan telah ditahan? Bukankah saat ini sampai kasusnya usai, beliau tak dapat melakukan aktivitas dan tugas sebagai anggota dewan? Atau sebaliknya, akan mempolitisasi kasus hukum yang menimpa sang inisiator ANGKET CENTURY dari PKS itu?

One response to “Walk Out!

  1. romailprincipe Mei 5, 2010 pukul 9:55 pm

    hmmm
    Politik pragmatis kali ya?
    Misbakhun juga bisa jadi pelaku atau malah korban.
    Yang pasti SM sekarang sudah “diamankan” oleh orang yang mungkin diuntungkan oleh Century

    Bisa jadi Diuntungkan bisa buat puri, bisa buat kampanye (sebelumnya ada saudagar, sekarang tanpa saudagar), bisa buat ekspansi nama di luar negeri, bisa meniru Obama…

    Tapi bisa jadi saya memang tidak suka sama SM dan bos2 nya..

    hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s