Sri Mulyani Goes To Washington

foto wikipediaAgak terkejut juga saat saya mendengar berita pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani, pada tanggal 5 mei 2010 kemarin,karena hal ini belum menjadi tindakan lazim pejabat negara yang sedang tersangkut masalah hukum atau masalah berat lainnya. Apalagi keputusan beliau terkesan begitu tiba-tiba tanpa ada isyarat terlebih dahulu sebelumnya.

Lebih terkejut lagi karena dalam waktu yang sangat singkat, Presiden SBY segera menyetujui pengunduran diri Sri Mulyani, yang lebih memilih untuk menerima pinangan BANK DUNIA sebagai Managing Director. Sepertinya sudah ada komunikasi dan pembicaraan yang intens antara Presiden dan Menkeu, sehingga keputusan dapat segera diambil.

Mungkin Sri Mulyani menganggap pengunduran dirinya sebagai
Menkeu sekaligus menerima tawaran sebagai Direktur Pelaksana BANK DUNIA itu, sebagai langkah yang paling tepat karena tidak terlalu mempermalukan dirinya. Namun bagi para pengkritik setianya, baik di DPR maupun di luar tidaklah demikian.

Meskipun mereka mengapresiasi positif pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menkeu, karena sesuai dengan tujuan utama atau tujuan antara aksi selama ini, banyak hal yang masih dapat mereka permasalahkan.

Suara-suara miring tentang pengangkatan Sri Mulyani sebagai Managing Director BANK DUNIA mulai terdengar. Hendrawan Supratikno, seorang anggota Tim Pengawas Kasus Century dari fraksi PDIP, secara sinis menyatakan bahwa kabar tentang pengangkatan ini hanyalah sebuah upaya pencitraan di tengah kasus yang sedang menimpanya. Sedangkan Akbar Faisal, seorang politisi HANURA yang terkenal fokal ini, malah menganggap penunjukkan terhadap Sri Mulyani untuk menduduki jabatan bergengsi itu, sebagai upaya pihak asing teristimewa Amerika Serikat dan BANK DUNIA, untuk menginterfensi proses politik dan hukum terhadap penyelesaian kasus yang menimpa Menkeu yang telah menerima berbagai berbagai penghargaan dunia itu. Hal senada diungkapkan ekonom senior Kwik Kian Gie, yang juga menyayangkan sikap Presiden SBY yang tidak berusaha menahan PEMBAJAKAN menteri utamanya oleh lembaga keuangan dunia itu.

Nampaknya jalan bagi Sri Mulyani ke Washington masih sangat panjang. Apalagi jika KPK memenuhi usulan Gerakan Indonesia Bersih dan Petisi 28 untuk mencekal beliau, yang menurut rencana akan menduduki jabatan barunya itu mulai tanggal 1 juni 2010. Sebuah usulan yang sangat masuk akal, dan pasti akan didukung banyak pihak termasuk anggota dewan, karena kepergian Sri Mulyani dianggap akan dapat menghambat proses hukum yang sedang dijalaninya. Namun demikian upaya pencekalan ini juga tak gampang, karena belum jelasnya status hukum kasus Century dan status hukum beliau. Saya malah berpikir posisi beliau sekarang ini sangat tidak nyaman. Di satu sisi beliau mendapat kepercayaan tinggi dari BANK DUNIA, di sisi lain beliau seperti menjadi sandera di negeri sendiri, sampai ada keputusan hukum yang final tentang ketidak bersalahannya dalam Kasus Century. Dengan kecepatan kinerja KPK seperti sekarang ini, mungkin perlu waktu yang sangat panjang, sampai ada kejelasan status hukum beliau dalam perkara ini.

Tetapi bagi saya, bukan hal tersebut di atas yang menarik paska pengunduran diri Sri Mulyani sebagai MENKEU. Isue-isue seputar nama-nama yang akan dipilih Presiden untuk menggantikan beliau di kabinet SBY akan lebih menarik untuk dicermati. Karena di sini sangat mungkin akan dipertontonkan kepada masyarakat, sikap munafik dan opportunist para politisi, parpol maupun pengamat, terkait dengan pengisian jabatan yang ditinggalkan Sri Mulyani. Sebuah jabatan strategis yang sangat menggoda parpol untuk mendudukkan kadernya.

Foto dokumentasi wikipedia

One response to “Sri Mulyani Goes To Washington

  1. mainan kayu Mei 6, 2010 pukul 10:53 am

    salam kenal ya pak eko…. blognya bagussss bangeeetttt… artikelnya menarik… kental dengan nuansa politk… keep writing !!!

    Tanks banget atas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s