Lagi-lagi Tentang Sri Mulyani

BAGI Sri Mulyani pinangan BANK DUNIA untuk menduduki posisi salah satu Managing Director yang berkantor di Washington, datang pada waktu yang sangat tepat. Di saat tekanan kuat beberapa anggota dewan, pengamat dan berbagai elemen masyarakat, agar beliau mengundurkan diri, tawaran Bank Dunia ini menjadi jalan pengunduran diri yang cukup elegan bagi bu Ani.

Namun bagi pengkritiknya, baik yang di DPR maupun yang di luar, meskipun pengunduran diri Sri Mulyani sesuai dengan harapan mereka, namun tawaran jabatan bergengsi oleh BANK DUNIA, yang mengharuskan beliau pindah ke AS, waktunya sangat tidak tepat. Hal ini seolah memberi amunisi bagi mereka untuk melakukan serangan baru terhadap beliau.

Bahkan ada yang sampai menganggap perekrutan bu Ani oleh BANK DUNIA, pada saat kasus politik dan hukum yang menjeratnya belum tuntas, adalah sebuah bentuk intervensi asing terhadap proses politik dan hukum di Indonesia. Merekapun sangat menyayangkan sikap Presiden SBY yang terlalu cepat mengabulkan permohonan pengunduran diri bu Ani dan mengapresiasi positif tawaran BANK DUNIA tersebut.

Meskipun seorang pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto, tak mempermasalahkan kepindahan bu Ani ke Washington dan akan tetap melanjutkan proses hukum terhadap beliau. Namun banyak yang khawatir kepindahan beliau ke luar negeri akan menghambat pemeriksaan terhadap mantan Menkeu yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung-jawab atas terjadinya skandal Bank Century, yang merugikan negara trilyunan rupiah.

Bahkan pada berita sore tadi, sudah ada elemen masyarakat yang berdemo menuntut agar Sri Mulyani dicekal agar tak dapat pergi dari Indonesia, sampai ada kejelasan status hukum beliau. Mereka khawatir dan curiga hengkangnya mantan Menkeu itu ke AS, adalah upaya pihak tertentu untuk mengacaukan pengusutan KASUS CENTURY.

Kecurigaan dan kekhawatiran tersebut sangat wajar, namun sangat disayangkan jika anggota DPR, terutama anggota Tim Pengawas Kasus Century terlalu larut dalam kontroversi seputar pengunduran diri Sri Mulyani dan jabatan baru beliau di lembaga keuangan dunia tersebut.

Dalam waktu sebulan yang tersisa, sebelum bu Ani pindah ke Washington yang direncanakan pada awal bulan juni mendatang, mereka harus semakin fokus dan mendorong KPK, agar bekerja lebih optimal dan profesional untuk menetapkan status hukum beliau. Kalau memang cukup bukti, segera tetapkan beliau sebagai tersangka dan dicekal. Sebaliknya, jika tidak cukup bukti, segera bebaskan!

Patut disayangkan jika DPR sampai lalai memberikan data-data PANSUS ANGKET CENTURY kepada KPK. Padahal sudah lebih dari dua bulan waktu terlewatkan sejak hasil kerja PANSUS ANGKET CENTURY ditetapkan oleh DPR. Apalagi kalau hal tersebut di atas sengaja dilakukan untuk menghambat proses hukum skandal BANK CENTURY.

Konon jika lampiran data-data yang terhimpun dari PANSUS CENTURY telah diterima KPK sejak dua bulan yang lalu, KASUS CENTURY sudah meningkat statusnya ke tingkat penyidikan dan sudah ada kejelasan tentang status hukum bagi Sri Mulyani dan Boediono. Dengan kejelasan status hukum beliau, akan mempermudah KPK merespon secara benar kepindahan Sri Mulyani ke Washington, untuk menjalankan tugas barunya selaku Managing Director BANK DUNIA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s