Sekber Koalisi Bla… Bla… Bla…

Ketika membentuk koalisi dengan beberapa partai politik, saya yakin SBY dan Partai Demokrat ingin semua parpol anggota koalisi akan selalu mendukungnya. Memang selalu ada untaian kata-kata indah untuk menggambarkan tujuan mulia koalisi itu. Namun munafik kalau SBY dan PD menyangkal hal tersebut. Munafik pula bagi parpol yang memutuskan untuk bergabung, jika berkata tidak mengetahui hal itu.

Mungkin saja akan ada yang harus dikorbankan oleh parpol yang berkoalisi. Entah itu idealisme partai maupun kepercayaan konstituen. Namun tentu saja akan selalu ada imbalan atau kompensasi yang akan diterima dan dapat dinegosiasikan.

Lalu bagaimana jika parpol anggota koalisi, merasa jika pengorbanan yang diberikan terlalu besar, atau tidak sepadan?
Hanya ada satu jalan keluar yang elegant, yaitu: hengkang dari koalisi. Hal ini lebih etis dan jantan daripada menelikung mitra koalisinya.

Mungkin karena tak ingin ditelikung kembali oleh mitra koalisinya, seperti pada saat Hak Angket Century, SBY dan PD memutuskan untuk lebih memformalkan koalisi dengan membentuk wadah permanen: Sekretariat Bersama atau SEKBER KOALISI, yang diketuai oleh SBY sendiri dan Aburizal Bakrie, sang Ketua Umum GOLKAR, sebagai Ketua Harian.

Bagi para pengkritik, pembentukan SEKBER KOALISI ini merupakan jalan kearah koordinasi dan sentralisasi politik yang dianggap lebih berorientasi pada kekuasaan, seperti di masa-masa Orde Baru.

Mereka beranggapan koalisi yang menjunjung tingi konstituen, seharusnya berorientasi pada isu dan program, yang mesti diperjuangkan di parlemen seperti yang dijanjikan pada saat pemilu. Bukan pada transaksi politik yang dilakukan di SEKBER KOALISI.

Hal tersebut di atas memang indah, namun apa itu mungkin? Sedangkan saya sangat yakin, semua parpol, di balik pernyataannya yang berbunga-bunga, selalu berorientasi pada kekuasaan. Keuntungan dan manfaat yang diterima konstituen hendaknya kita anggap sebagai bonus yang dibagikan, setelah tujuan utamanya telah tercapai.

Jika sebuah parpol ingin bebas memperjuangkan kepentingan konstituennya, mereka harus merdeka dari pengaruh dan ketentuan-ketentuan mengikat dari pihak atau parpol lain. Menjadi OPOSISI adalah pilihan utamanya. Tentu saja menjadi OPOSISI yang berorentiasi pada kepentingan rakyat, bukan berorientasi pada kekuasaan, dengan jalan mengungkap borok partai dan pemerintah yang berkuasa, semata-mata untuk merebut kekuasaan darinya. Apa benar-benar ada parpol yang demikian di negeri tercinta.

Jika tak ingin terikat pada OPOSISI atau KOALISI, ada posisi unik yang dapat menjadi pilihan, yaitu menjadi PARPOL BUNGLON yang OPPORTUNIST. Jika lebih menguntungkan beroposisi ya merapat ke pihak OPOSISI, dan jika sebaliknya ya bergabung mendukung KOALISI PEMERINTAH.

Jadi syah-syah saja jika SBY, PD dan parpol mitranya membentuk SEKBER KOALISI agar lebih solid dalam menghadapi berbagai isu dan program. Tak masalah juga jika parpol OPOSISI dan para pengamat menganggap pembentukan wadah permanen koalisi ini berpotensi untuk mencidrai demokrasi dan kepercayaan rakyat.

Berwacana dan adu debat saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah langkah nyata. Bagi parpol OPOSAN sejati, segera rapatkan barisan dan bulatkan tekad, untuk terus mengkritisi Pemerintah dan KOALISI PARPOL pendukungnya, dengan cara-cara yang lebih bijaksana dan elegant.

Buat parpol mitra koalisi Pemerintah, jika sudah tidak sejalan dan tak mau atau takut mengkhianati kepercayaan konstituennya, jangan munafik dan jangan ragu keluar dari koalisi. Bisa bergabung dengan para OPOSAN SEJATI, atau diri mendeklarasikan sebagai PARPOL BUNGLON yang bisa loncat kesana-kemari.

One response to “Sekber Koalisi Bla… Bla… Bla…

  1. romailprincipe Mei 11, 2010 pukul 7:35 am

    Nampaknya politik orde baru masih cocok buat kita mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s