Penangkapan Susno Duadji Bla… Bla… Bla…

Jika benar Penyidik Polri punya bukti akurat, bahwa Susno Duadji telah menerima suap dan gratifikasi 500 juta dalam perkara hukum perusahaan pengembang biakan arwana, penangkapan beliau terkesan sangat tragis. Karena kita tahu, mantan KABARERKRIM itu pula yang mengungkapkan adanya makelar kasus perkara PT Salmah Arwana Lestari, di depan anggota Komisi III DPR beberapa minggu yang lalu. Jadinya beliau itu seperti terperosok ke dalam lobang yang digalinya sendiri.

Aneh memang kalau beliau mengungkapkan kasus yang melibatkan dirinya ke publik. Sama anehnya dengan tertangkapnya beliau di bandara saat akan terbang ke Singapura yang katanya untuk berobat. Tapi belakangan dikemukakan oleh KAPOLRI di hadapan rapat Komisi III, tujuan sebenarnya kepergian Susno Duadji ke Singapura adalah untuk menemui Sjahril Djohan, konon beliau minta agar sang MR X tidak pulang ke Indonesia dulu.

Meskipun telah membantah, nampaknya sang whistleblower itu merasa tak perlu menjelaskan berbagai kebetulan dan keganjilan seputar rencana kepergiannya ke Singapura yang terkesan mendadak dan sembunyi-sembunyi itu.

Faktanya saat ini, kesaksian dari Sjahril Djohan, Haposan Hutagalung dan seorang perwira POLRI yang menyeret Komjen Susno sebagai tersangka suap dan gratifikasi kasus arwana.

Dan banyak pihak meradang atas keputusan POLRI, yang dianggap sebagai upaya kriminalisasi terhadap seorang Perwira Tinggi POLRI yang telah berjasa mengungkap jejaring makelar kasus dalam perkara pajak Gayus Tambunan. Sebuah upaya kotor untuk membungkam orang-orang yang ingin membonkar kebusukan di tubuh Kepolisian RI.

Bahkan beberapa anggota Komisi III DPR dengan sangat emosional mencerca langkah yang diambil POLRI terhadap Susno Duadji. Bahkan mereka bermaksud segera memanggil KAPOLRI untuk menjelaskan penangkapan sang peniup peluit itu. Sebuah tindakan emosional dari anggota dewan yang mencerminkan sikap arogan dan interfensi terhadap POLRI. Seharusnya DPR memberi waktu yang cukup kepada POLRI untuk menyidik lebih lanjut, baru mengundang KAPOLRI untuk menjelaskan soal penangapan Komjen SUSNO yang terkesan kontroversial.

Saya justru melihat sisi positif dari penetapan tersangka dan penangkapan Susno Duadji oleh POLRI hari senin 10 mei 2010 kemarin. Kesempatan ini bukan hanya dapat menguji KEBERSIHAN beliau, namun juga untuk menguji seberapa besar nyali sang jenderal untuk terus mengungkap borok di tubuh institusi tempatnya mengabdi. Meskipun tekanan terhadap beliau semakin besar dan nyata.

Publik selama ini seperti dininabobokkan dengan keberanian beliau mengungkap borok di tubuh kepolisian dan manuver-manuver beliau yang terkesan sangat politis banget. Melingkar-lingkar seolah ingin menciptakan kesan tertentu terhadap beliau.

Sekarang setelah dijadikan tersangka, ditangkap dan ada kemungkinan ditahan, apakah Susno Duadji akan semakin nyaring meniup peluitnya, atau semakin melemah hingga nyaris tak kedengaran?

Kita tunggu kelanjutannya!

2 responses to “Penangkapan Susno Duadji Bla… Bla… Bla…

  1. aditkus Mei 11, 2010 pukul 2:14 pm

    baik pak kita tunggu sambil minum teh dan makan gorengan pojokan, jangan lupa bawa kartu remi atau gaplek

  2. Tour, Food, and Health Mei 12, 2010 pukul 10:35 am

    saya akan kirimkan kapal pesiar untuk susno yang udah saya parkir di belakang bareskrim..mungkin plesir-plesir dulu lah dengan pesiar via heli, besok tiup peluitnya kalo udah kiamat aja…hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s