Sebelum Kepergian Sri Mulyani Bla… Bla… Bla…

NAIF kalau kita menganggap anggota DPR adalah sekumpulan manusia bodoh dan berpikiran kacau. Faktanya mayoritas wakil rakyat kita berpendidikkan tinggi. Namun mendengar pernyataan dan tingkah mereka, kadang membuat kita berpikir: AH, TERNYATA MEMANG MEREKA BEGITU!

Kemarin, pada sebuah kesempatan Pramono Anung, Wakil Ketua DPR dari PDIP sekaligus ketua Tim Pengawas Century, menyatakan akan meminta keterangan mantan Menkeu, Sri Mulyani, sebelum keberangkatannya ke Washington DC untuk menduduki jabatan barunya sebagai Managing Direktor WORLD BANK. Sesuatu hal yang wajar, jadi dimana keanehannya?

Kalau saya tidak salah menafsirkan pernyataan mantan Sekjen PDIP itu, Sri Mulyani dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai TERPERIKSA KPK, terkait Kasus Century. Lalu apa yang diinginkan Tim Pengawas Century? Intinya adalah penjelasan bu Ani seputar kemajuan pemeriksaan KPK dan sejauh mana lembaga anti korupsi itu menginventarisasi data-data dari beliau.

Disinilah letak keanehannya. Jika Tim Pengawas Century ingin mengetahui kemajuan pemeriksaan KPK atas Sri Mulyani, bukannya lebih masuk akal kalau yang dimintai keterangan adalah Pimpinan KPK atau Tim Penyidik? Kalau demikian, kesannya, maaf, SANG PESAKITAN bukanlah Sri Mulyani, melainkan KPK. Apalagi konon bukan bu Ani yang akan datang ke DPR, melainkan anggota Tim Pengawas yang akan mendatangi beliau.

Rencana kepindahan Sri Mulyani ke Washinton DC di tengah-tengah upaya pengungkapan skandal Bank Century oleh KPK, memang berpotensi menimbulkan masalah yang serius tentang kelanjutan pemeriksaan terhadap beliau. Meskipun pak Bibit berusaha meyakinkan publik, bahwa kepindahan bu Ani ke AS tak akan menghambat pemeriksaan terhadapnya, yang akan terjadi mungkin sebaliknya.

Dalam khayalan saya, begitu mendengar pernyataan Sri Mulyani tentang diterimanya jabatan yang ditawarkan oleh BANK DUNIA paska pengumuman pengunduran dirinya sebagai Menkeu, wajar jika DPR langsung melakukan konfirmasi kepada beliau. Jika sudah mendapatkan kepastian soal itu, mestinya DPR segera menggelar pertemuan dengan KPK, membahas soal kemungkinan percepatan dan pengefektifan pemeriksaan terhadap Sri Mulyani. Harapannya, sebelum kepergian pejabat baru WORLD BANK itu ke kantor pusatnya di AS, sudah semakin jelas status hukum beliau dalam perkara skandal Bank Century. Hal ini sangat penting sebagai dasar untuk menetapkan langkah-langkah hukum selanjutnya. Misalnya, pencekalan terhadap belia, jika kepergiannya dianggap akan menghambat atau mempersulit proses hukum yang sedang berlangsung.

Satu tindakan lagi yang seharusnya telah dilakukan DPR, baik secara sendiri-sendiri atau bersama KPK, yaitu mengirim utusan resmi ke WORLD BANK, untuk mengklarifikasi kebenaran pengangkatan Sri Mulyani sebagai Managing Director yang berkantor di Washinton DC. Dalam kesempatan itu pula DPR dan KPK, menjelaskan secara rinci tentang kasus hukum dan politik skandal Bank Century dan kemungkinan keterlibatan sang kadindat terpilih.

Harapannya penjelasan rinci tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Direktur BANK DUNIA untuk meneruskan perekrutan Sri Mulyani, atau membatalkannya. Bagaimanapun saya yakin BANK DUNIA tidak akan merekrut orang yang berpotensi terjerat kasus hukum di negeri asalnya.

Hal tersebut di atas selayaknya telah dilakukan DPR, juga KPK, jika mereka benar-benar serius ingin menyelesaikan secara profesional dan tuntas, kasus skandal Bank Century.

Jika tidak serius, mari kita tertawakan mereka. HA…HA…HA…!

One response to “Sebelum Kepergian Sri Mulyani Bla… Bla… Bla…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s