Negosiasi Susno? Bla… Bla… Bla…

Sepertinya kasus Susno Duadji, baik kasus MARKUS PAJAK yang diungkap atau kasus beliau sendiri, semakin pribadi saja. Maksud saya semakin mengarah ke intrik pribadi antara mantan Kabareskrim itu dengan POLRI, baik sebagai institusi maupun sebagai personifikasi pribadi pejabat-pejabat tertentu, meskipun belum benar-benar jelas siapa mereka.

Setelah nyanyian kontroversial Susno yang jelas-jelas membuat gerah beberapa pejabat POLRI, entah karena merasa wajib atau karena terpaksa, kasus GAYUS mulai diurus. Begitu cepatnya pihak-pihak yang terlibat, baik dari Ditjen Pajak, Kepolisian, Jaksa dan Hakim, ditangani dan beberapa telah dijadikan tersangka serta ditahan, seolah memberi harapan kasus MARKUS ini cepat diselesaikan secara hukum. Namun saat mulai menyentuh terdakwa yang dituduh SANG PENIUP PELUIT sebagai gembongnya MARKUS di Kepolisian, SJahril DJohan, semua seperti berjalan di tempat bahkan berputar-putar tak jelas koreografinya.

Kadang-kadang saya berpikir, bahwa intrik antara Komjen Susno Duadji dengan POLRI, adalah bentuk lain dari NEGOSIASI TINGKAT TINGGI antara dua pihak yang sama-sama punya KEBUSUKAN TERSEMBUNYI.

Coba kita buat angket ke publik, tanyakan apakah mereka percaya kalau Kepolisian kita tercinta ini tempat yang STERIL dari hal-hal yang berbau comberan? Tanyakan pula kepada rakyat, mereka lebih percaya mana, SEBAGIAN BESAR Polisi BAIK atau sebagian besar polisi itu BUSUK? Tidak usah berdebat soal betapa ironisnya jawaban publik, namun itulah kesan yang terbentuk dari rangkaian kebusukan, baik yang sudah terungkap atau baru terendus tapi sudah menjadi rahasia umum, yang tak pernah terputus rantainya. Masyarakatpun sering dibuat heran oleh gaya hidup polisi atau pejabat polisi tetangga mereka, yang melebihi kehidupan wajar seorang abdi negara.

Jika kini MABES POLRI sedang memproses kasus-kasus busuk yang diduga melibatkan SANG WHISTLE BLOWER, mungkin memang kasus-kasus itu benar-benar ada dan bukan rekayasa. Mulai dari KASUS ARWANA, yang ironisnya beliau sendiri peniup peluitnya, hingga dugaan penggelapan dana PILKADA saat beliau menjabat KAPOLDA JABAR. Atau mungkin masih akan ada kasus lain yang akan diungkap POLRI.

Sebaliknya jika Komjen Polisi Susno Duadji, mantan KABARESKRIM MABES POLRI, berkata bahwa ada kasus-kasus besar yang akan beliau bongkar, seperti yang sering beliau ancamkan, semua itu kemungkinan juga benar.

Pengungkapan kasus-kasus yang diduga melibatkan Susno Duadji oleh POLRI, dan di sisi lain, ancaman-ancaman mantan KAPOLDA JABAR yang akan mengungkap MEGA KASUS di dalam institusi tempatny a mengabdi, yang oleh karena berbagai alasan belum juga terealisasi, adalah manuver-manuver canggih untuk menetapkan posisi dan kekuatan masing-masing.

Seolah-olah kedua belah pihak saling menegaskan, KALAU KAMU MENGOBOK-OBOK KASUS INI, SAYA AKAN BEBERKAN KASUS ITU! KALAU KAMU BUKA KASUS ITU, AKAN SAYA UNGKAPKAN KASUS INI. Atau: OK KAMU BUKA KASUS ITU, TAPI SAMPAI SEGINI SAJA. KALAU LEBIH DARI ITU…KAMU SENDIRI TAHU, AKU PUNYA BUKTI SOAL KASUSMU YANG ITU!

Ya, saya cuma berandai-andai soal negosiasi semacam itu. Tetapi, apakah hal tersebut sangat berlebihan, dan hanya cerminan sikap paranoid saya terhadap Kepolisian?

Konon dalam pekan-pekan ini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban / LPSK
Susno Duadji yang merasa dizolimi dan ditekan POLRI, akan dipindahkan ke sebuah SAFE HOUSE milik mereka. Harapannya selain untuk melindungi dan memberi rasa aman, juga agar sang WHISTLE BLOWER tak merasa takut lagi untuk mengungkap kasus-kasus besar dalam tubuh Kepolisian, seperti yang sering beliau ancamkan. Tak ada alasan lagi untuk tidak segera melakukan!

Kalaupun nantinya beberapa kasus juga ternyata akan seperti bumerang bagi dirinya, seperti kasus arwana, hal itu adalah sebuah konsekuensi yang harus dihadapi dengan gagah berani, bukan malah menghindari.

Terutama pada kasus-kasus yang beliau ketahui sebelum dan saat menjabat sebagai KABARESKRIM MABES POLRI, tapi dengan berbagai alasan tidak atau belum beliau tindak lanjuti. Serta kasus-kasus dan potensi kasus yang beliau ketahui menjelang beliau lengserkan, namun tidak dijadikan memo buat ditindak lanjuti pejabat penggantinya. TAHU ADA KASUS NAMUN TIDAK MEMPROSES, SAMA SAJA DENGAN MENJADIKAN DIRI SENDIRI, BAIK SECARA AKTIF ATAU PASIF, SEBAGAI BAGIAN DARI KASUS TERSEBUT!

2 responses to “Negosiasi Susno? Bla… Bla… Bla…

  1. Si Paijah Mei 31, 2010 pukul 11:32 pm

    “KALAU KAMU MENGOBOK-OBOK KASUS INI, SAYA AKAN BEBERKAN KASUS ITU! KALAU KAMU BUKA KASUS ITU, AKAN SAYA UNGKAPKAN KASUS INI. Atau: OK KAMU BUKA KASUS ITU, TAPI SAMPAI SEGINI SAJA. KALAU LEBIH DARI ITU…KAMU SENDIRI TAHU, AKU PUNYA BUKTI SOAL KASUSMU YANG ITU! ”
    ……..
    lama-lama kok kaya transaksi kasus bukankah ini yang namanya mafia kasus, …..

    miris…

  2. Pingback: Menunggu Nyanyian Susno Bla… Bla… Bla… « suarabanget.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s