Palestina Bla… Bla… Bla…

Melihat reaksi hebat dunia internasional, terutama Masyarakat Muslim di berbagai negara termasuk Indonesia, atas aksi biadab Israel terhadap Rakyat Palestina, saya tak habis pikir mengapa penderitaan mereka seperti tak pernah berujung?

Seperti yang baru-baru ini terjadi, ketika tentara Israel menyerang kapal MAVI MARMARA, satu dari beberapa kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza. Dalam peristiwa ini sejumlah relawan berani dari berbagai negara menjadi korban, baik meninggal atau terluka.

Peristiwa tersebut segera menyulut reaksi keras masyarakat di berbagai negara Muslim, yang menyerukan aksi solidaritas terhadap Rakyat Palestina, dengan turun ke jalan. Bahkan di beberapa negara yang pemerintahnya mendukung Israel, seperti Perancis, Inggris dan Amerika Serikat, aksi serupa terjadi.

Namun mengapa besarnya aksi dukungan dan solidaritas negara dan masyarakat yang sedemikian besar terhadap Rakyat Palestina, seperti tidak ada artinya?

Jawaban yang menurut saya cukup logis, adalah karena aksi-aksi solidaritas ini kebanyakan hanya merupakan reaksi-reaksi sesaat yang cenderung emosional. Sementara mereka yang menyikapi atau melakukan perlawanan secara lebih rasional dan terarah tak cukup banyak dan cukup kuat untuk membantu Rakyat Palestina dari kekangan dan kekejian Israel.

Yang mutlak dibutuhkan Rakyat Palestina bukan reaksi-reaksi sesaat, melainkan aksi-aksi strategis yang berkesinambungan dari negara dan segenap komponen masyarakat internasional. Negara melalui peran politiknya, atau mungkin peran militer jika benar-benar diperlukan dan mungkin dapat dilakukan. Masyarakat internasional melalui dukungan fisiknya dalam misi-misi kemanusian seperti yang dilakukan mereka yang berusaha menembus blokade laut militer Israel, ataupun upaya-upaya untuk menggalang bantuan di negara masing-masing.

Tak banyak manfaatnya kalau kita hanya turun ke jalan, berdemontrasi mengutuk Israel, kecuali publikasi yang hanya menguntungkan organisasi yang menggerakkannya. Lalu melupakannya ketika peristiwa yang memicu aksi solidaritas itu sudah OUT OF THE FOCUS.

Lebih bermanfaat aksi penggalangan dana yang dapat dilakukan secara terus-menerus dan disalurkan melalui Kedutaan Palestina atau misi-misi kemanusian seperti tersebut terdahulu.

Selalu ingat bahwa penderitaan Rakyat Palestina tak akan pernah berakhir jika lebih banyak pihak yang lebih suka memilih melakukan reaksi emosional sesaat. Karena kita semua harus yakin, bahwa Pemerintah Israel melakukan semua aksi-aksi tersebut setelah dipikirkan secara matang, menurut grand strategy untuk memenangkan PERMAINAN.

Dan karena ini adalah PERMAINAN mereka, kalau Rakyat, Pemerintah dan pejuang Palestina terjerembab untuk mengikuti permainan sang penjajah, mereka akan selalu menjadi, maaf, PECUNDANG yang dikendalikan!

Rakyat, Pemerintah dan segenap komponen Pejuang Palestina, harus menciptakan dan memainkan PERMAINAN mereka sendiri, sehingga mereka yang pegang kendali. Bukan Pemerintah dan Tentara Israel!

One response to “Palestina Bla… Bla… Bla…

  1. saidiblogger Juni 2, 2010 pukul 3:00 pm

    mudah2an.. saudara-saudari kita di palestina senantiasa dalam lindungan Allah swt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s