Menunggu Nyanyian Susno Bla… Bla… Bla…

komjen susno-detikcomTak ada yang bisa membuat Komjen Susno Duadji tetap dan terus bernyanyi, kecuali diri beliau sendiri. Keyakinan ini mencuat dalam pikiran, karena saya percaya kepada apa yang pernah beliau katakan di depan anggota Komisi III DPR beberapa hari sebelum dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan.

…SIAPA BILANG SAYA TAKUT, NYAWAPUN AKAN SAYA KORBANKAN!… Demikian kurang lebih yang beliau katakan dengan agak marah menjawab pertanyaan anggota dewan yang meragukan keberaniannya mengungkap kasus besar di tubuh institusi tempatnya mengapdi.

Namun sekarang pernyataan tinggal pernyataan, ancaman tetap tinggal ancaman. Apakah karena sekian lama di penjara MAKO BRIMOB telah meruntuhkan nyali sang WHISTLE BLOWER?

Wajarlah kalau kemudian muncul keraguan. Hari pertama di bui, pak Susno sudah mengeluarkan ancaman akan membongkar kasus besar di tubuh POLRI. Menyusul ancaman untuk membeberkan korupsi dana APBN di Kepolisian, ketika penyidik mulai mengungkit dugaan penggelapan dana PILKADA saat beliau menjabat KAPOLDA JABAR. Namun belum terealisasi, bahkan ketika gugatan praperadilan yang diajukan, ditolah Pengadilan Negeri, dan penahanan beliau diperpanjang.

Kadang terpikir wajar juga kalau nyali Komjen Pol. Susno Duadji, mantan KABARESKRIM, pada akhirnya runtuh juga. Toh beliau manusia juga, yang diakui atau tidak, dalam taraf dan keadaan atau kondisi psikologis tertentu, muncul perasaan takut.

Namun jika hal tersebut tidak benar, patut diduga BUNGKAMNYA SUSNO DUADJI disengaja, untuk menciptakan kesan dan mencapai tujuan tertentu. Karena sejak awal saya merasa, rentetan manuver sang PENIUP PELUIT dalam upaya membongkar borok dan mafia kasus di institusi POLRI, terkesan sangat politis banget.

Jika pak Susno benar-benar mencintai POLRI, seperti yang selalu beliau tekankan dalam berbagai kesempatan, tak seharusnya di bungkam dan bermain peran. Semakin lama beliau bungkam, semakin berat tekanan dan hujatan terhadap institusi yang beliau cintai sampai mendarah daging. Kalau POLRI dihujat karena kebenaran tuduhan beliau, ini baik agar dapat dijadikan titik tolak untuk mereformasi. Namun jika POLRI dihujat karena digambarkan telah memperlakukan sang jenderal secara tidak adil? Kesannya sangat pribadi banget!!!

Dalam minggu-minggu ini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban / LPSK bermaksud memindahkan sang WHISTLE BLOWER ke sebuah SAFE HOUSE
, agar beliau bebas bernyanyi tanpa tekanan pihak manapun. Namun POLRI merasa keberatan dan lebih berhak menahan, terkait status beliau sebagai tersangka kasus GRATIFIKASI dalam perkara Arwana. Hal yang dapat memicu debat panjang soal prioritas, Susno sebagai saksi atau sebagai tersangka?

Ada jalan tengah yang dapat ditempuh, daripada terus berdebat soal kewenangan. Komjen SUSNO tetap ditahan di MAKO BRIMOB sebagai tersangka, dan mendapatkan perlindungan LPSK. Bukankah lembaga tersebut dapat menempatkan anggotanya di tahanan MAKO BRIMOB untuk memastikan keamanan Susno Duadji? Untuk ini tak ada alasan bagi POLRI untuk menolak. Toh kasus MARKUS dan kasus Susno dapat diproses secara simultan.

Menurut saya, kalau dalam dua minggu ini, tak peduli apakah LPSK berhasil memindahkan Komjen Susno Duadji SAFE HOUSE-nya, beliau masih enggan atau belum bernyali untuk BERNYANYI, akan saya lupakan maksud baik sang WHISTLE BLOWER untuk mengungkap kasus-kasus besar di institusi POLRI. Akan saya anggap semua manuver-manuver dan ancaman-ancaman sang jenderal mantan KAPOLDA JABAR itu sebagai bagian dari NEGOSIASI SUSNO dengan POLRI, sebagai dua pihak yang sama-sama mempunyai sisi gelap.

Foto dokumentasi detikcom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s