Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Bla… Bla… Bla…

Pada awal pengungkapan perkara MARKUS Gayus Tambunan cs, hasil tiupan peluit Komjen Pol. Susno Duadji, peran atau partisipasi Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum nampak sangat menonjol.

Teristimewa saat Tim dari MABES POLRI berupaya membujuk Gayus Tambunan, salah satu aktor MARKUS PAJAK, untuk segera pulang ke Indonesia dari pelariannya ke Singapura. Konon bung Denny Indrayana dan rekannya Mas Ahmad Santosa, dua petinggi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yang secara tak sengaja menemukannya.

Namun setelah itu, saya merasa keberadaan Satgas tersebut semakin tak jelas perannya. Tak ada laporan resmi yang diumumkan ke publik, tentang sejauh mana keikut sertaan Satgas bentukkan Presiden SBY tersebut, dapat mempercepat pengungkapan kasus yang pertama-kali dibuka oleh mantan Kabareskrim tersebut. Wajar kalau ada yang bertanya: SEBENARNYA UNTUK APA SATGAS ITU HARUS ADA?

Sejak awal saya menangkap kesan, dan semoga saya salah, Satgas Anti Mafia Hukum tersebut dibentuk sebagai ajang SHOW OF FORCE dari Presiden SBY, untuk menunjukkan keprihatinannya atas sepak terjang para MAFIA HUKUM yang telah mengacak-acak sistem hukum di NEGERI 1001 KORUPSI, yang sedang menjadi perhatian publik pada masa itu. Terutama pada saat dan paska ribut-ribut soal dugaan adanya upaya kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK, yang diduga melibatkan berbagai oknum penegak hukum, di bawah koordinasi Anggodo Widjaja, seperti yang terungkap dari hasil sadapan telpon oleh KPK, yang diperdengarkan di forum sidang Mahkamah Konstitusi.

Jika dibandingkan dengan TIM 8 yang juga dibentuk Presiden, tim ini mempunyai tujuan yang lebih jelas dan tenggang waktu yang mesti dipatuhi untuk menghasilkan sebuah rekomendasi. Memang benar dibandingkan dengan TIM 8, Satgas Pemberantasan M afia Hukum ini mempunyai tugas yang lebih besar dan kompleks. Namun setidak-tidaknya, untuk kasus MAFIA HUKUM GAYUS cs. harus jelas hasil kinerjannya.

Sekarang ini ketika kasus GAYUS telah melebar hingga MENELAN sang WHISTLE BLOWER-nya, Satgas melalui pernyataan anggotanya terutama Denny Indrayana, hanya berkomentar menyayangkan mengapa hal ini bisa terjadi, dan mengkritik POLRI yang tidak fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan kasus utamanya.

Yang dapat publik ketahui seputar Satgas ini adalah SHOW sang sekretaris sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Huhum, Denny Indrayana, yang bicara ini itu diperbagai forum dan menjadikannya lebih dikenal publik, dalam citra negatif atau positifnya, daripada kinerja Satgas itu sendiri dalam mengawal pengungkapan MARKUS GAYUS cs dan MARKUS lain di tubuh POLRI.

Memang, kalau sudah menyangkut proses hukum, tidak sepatutnya Satgas turut campur terlalu dalam. Namun sebagai tim yang dibentuk Presiden untuk memberantas Mafia Hukum yang sedang menjadi perusak tatanan hukum di negeri ini, sudah selayaknya kalau mereka MEMBERI TEKANAN LEBIH KERAS kepada POLRI untuk lebih FOKUS mengungkap secara tuntas kasus utama yang dilaporkan mantan Kabareskrimnya terlebih dahulu. Setidak-tidaknya sampai kasus itu P-21 dan siap dilimpahkan ke Pengadilan.

Harus diingat kinerja SATGAS bukan diukur dari seberapa lantang mereka bicara ke publik. Namun diukur dari sejauh mana mereka dapat mengawal dan menekan POLRI untuk memproses kasus pada treknya yang benar.

Lantas sekarang ini, ketika pengungkapan kasus oleh POLRI melingkar-lingkar dan semakin tidak fokus dan menimbulkan kontroversi di masyarakat, apakah kita dapat mengatakan, bahwa KINERJA SATGAS PEMBERANTASAN MAFIA HUKUM INI TELAH MEMENUHI HARAPAN-HARAPAN SAAT PEMBENTUKKANNYA?!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s