Gagal Melindungi Susno… Kesalahan Terbesar Pada LPSK Dan Susno Duadji Sendiri

Terkait kegagalan upaya LPSK, melindungi Komjen Susno Duadji, secara fisik… psikologis dan hak asasi manusia, dengan memindahkan ke sebuah SAFE HOUSE, disayangkan banyak pihak, terutama keluarga, tim pengacara dan simpatisan sang WHISTLE BLOWER.

Lalu siapa yang layak disalahkan? Meskipun kegagalan ini karena POLRI bersikukuh mempunyai hak untuk menahan pak Susno, terkait status tersangka yang telah disandangnya, kesalahan mutlak ada di pihak LPSK dan Susno Duadji beserta tim pengacaranya. Mengapa demikian?

Seperti yang dinyatakan oleh seorang anggota Komisi III DPR, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Lembaga ini seharusnya bersikap proaktif menawarkan perlindungan kepada sang PENIUP PELUIT KASUS GAYUS dan kasus-kasus besar lain yang akan diungkap.

Naif jika kita menganggap para personal LPSK tidak bisa memprediksi kemungkinan adanya ancaman, ketika secara terbuka Susno Duadji mengungkapkan KASUS GAYUS ke publik dan kasus-kasus besar lain di tubuh POLRI yang juga akan diungkap. Ironis jika LPSK baru sadar adanya kemungkinan tekanan dan ancaman, ketika mantan Kabareskrim tersebut sudah dijadikan tersangka dan ditahan.

Lalu dimana letak kesalahan Komjen Pol. Susno Duadji, MANTAN KABARESKRIM, dan tim pengacaranya? Justru menurut saya, beliau dan tim pengacaranyalah yang seharusnya menjadi pihak yang pertama kali merasakan adanya potensi ancaman dan tekanan, saat beliau menggembar-gemborkan ke publik, akan membongkar semua kebusukan di tubuh institusi tempatnya puluhan tahun mengabdi.

Sebagai ORANG DALAM, yang pernah menjabat sebagai KABARESKRIM, tentu pak Susno sangat paham dengan hitam-putih cara kerja POLRI dalam mengungkap kasus, terutama kasus-kasus yang melibatkan atau berpotensi menyeret orang dalam. Mulai dirasakannya adanya ancaman dan tekanan itulah, saya yakin, yang membuat Susno Duadji dengan didampingi pengacaranya, datang ke Komisi III DPR dan minta perlindungan.

Pertanyaan intinya, adalah MENGAPA PADA SAAT ITU JUGA KOMJEN SUSNO TIDAK MENDATANGI LPSK DAN MINTA PERLINDUNGAN? Apakah karena tak menyangka POLRI tidak akan melangkah sejauh itu? Atau SEBUAH KESENGAJAAN untuk menciptakan kesan dan mencapai tujuan tertentu yang lebih besar?

Tentu sangat disayangkan jika POLRI mengungkit-ngungkit kasus yang diduga melibatkan Susno Duadji dan menahannya, hanya untuk menekan beliau agar tidak BERNYANYI! Namun lebih disayangkan lagi kalau mantan KAPOLDA JABAR itu yang menyerahkan diri atau memberi jalan untuk diperlakukan seperti tersebut di atas.

Semoga dugaan-dugaan negatif saya tentang sang WHISTLE BLOWER tidak benar. Jiki demikian saya mohon maaf sebesar-besarnya, karena telah berprasangka buruk.

Namun jika benar…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s