Korban Pelecehan Sexual…Polisi Tidak Serius dan Profesional dalam Menindaklanjuti Pengaduan!

Jarang terjadi seorang wanita korban PELECEHAN SEXUAL melaporkan pelaku kepada polisi. Namun sayang polisi menanggapi laporannya secara tidak profesinal dan membuatnya frustasi.

Itulah yang dialami Foni, perempuan 31 th, saat melaporkan Anton Susanto, 32 th, yang telah melecehkan dirinya secara sexual, saat naik bus Trans Jakarta koridor blok M-Kota.

Atas laporannya itu, setelah melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, polisi justru menyarankan agar korban tidak meneruskan kasusnya! Alasan yang diberikan polisipun terkesan janggal atau mengada-ada. Bukti lemah dan kurang saksi?

Sebagai orang yang awam hukum, kok saya merasa janggal dengan pernyataan polisi itu. Ada kesaksian dari korban dan pengakuan dari pelaku. Tidakkah ini lebih dari cukup untuk meneruskan kasusnya? Kalau dibutuhkan kesaksian dan lain, bukankah sudah menjadi tugas polisi untuk mengupayakannya? Jangan serta merta memutuskan seperti itu. Bukankah mereka itu ada untuk membantu masyarakat sepenuh hati dan tenaga? Kecuali mereka adalah polisi korup yang mau menghentikan kasus untuk kepentingan yang berani bayar!

Mungkin polisi menganggap PELECEHAN SEXUAL hanyalah kasus kecil yang tidak perlu ditangani secara serius. Kalau untuk kasus-kasus besar, mereka mau berjibaku mencari-cari saksi dan bukti, mengapa untuk kasus PELECEHAN SEXUAL ini mereka jadi MLEMPEM?! Padahal mereka tahu, bagi kebanyakan korban, terutama bagi anak-anak dan remaja, ini adalah kasus serius yang dapat memberi dampak psikologis seumur hidup.

Tanggapan polisi dalam merespon laporan Foni ini, bisa menjadi preseden buruk bagi penyelesaian kasus-kasus serupa. Karena korban merasa tak ada gunanya lapor ke polisi, sebagai satu-satunya solusi hukum yang syah.

Mungkin benar kata seseorang saat mengomentari sikap polisi dalam menanggapi laporan Foni, yang sempat saya baca di sebuah situs berita online. …NGGAK USAH REPOT-REPOT LAPOR, MBAK. TERIAKIN SAJA SI PELAKU SEBAGAI COPET, BIAR DIA BABAK-BELUR DIGEBUKIN MASA!…

Tiga kata untuk menggambarkan jika hal tersebut di atas yang menjadi pilihan korban pelecehan: IRONIS, TRAGIS dan MENGERIKAN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s