Bibit dan Chandra Harus Berani Maju ke Pengadilan…Abaikan Deponeering dan PK

Apakah benar DEPONEERING adalah solusi terbaik kasus Bibit-Chandra? Mengapa banyak pihak yang khawatir jika Bibit dan Chandra diajukan ke pengadilan. Apakah jika hal ini terjadi berarti kiamat bagi KPK?

Meskipun beberapa tokoh yang sangat kompeten dalam masalah hukum, seperti mantan anggota TIM 8 Todung Mulyalubis, menganggap DEPONEERING sebagai langkah terbaik yang harus dilakukan Jaksa Agung, bagi saya masih ada hal yang sangat mengganggu! Baik buat KPK maupun Bibit dan Chandra.

Secara hukum mungkin benar DEPONEERING, atau pengesampingan perkara demi kepentingan umum, merupakan keputusan final yang tak dapat diganggu gugat. Namun tidak ada jaminan, bahwa langkah tersebut tak akan dipermasalahkan secara sosial dan politik oleh pihak-pihak tertentu, yang ingin membidik Bibit dan Chandra sebagai sasaran antara menembak KPK!

Sejak awal kasus bergulir banyak tokoh dan masyarakat yang salah fokus: MENYELAMATKAN Bibit dan Chandra atau KPK?! Namun mereka lebih memilih untuk menyelamatkan kedua pimpinan KPK. Harapannya dengan menyelamatkan Bibit dan Chandra, otomatis akan menyelamatkan KPK pula.

Jika fokus kita pada waktu itu adalah meyelamatkan KPK, seharusnya semua pihak mendorong penyelesaian kasus Bibit-Chandra di pengadilan, sehingga jelas siapa yang bersalah: Bibit-Chandra atau Anggodo.

Hal senada disampaikan oleh Penasehat KPK, Said Zainal Abidin, menanggapi kontroversi pilihan antara DEPONEERING atau Peninjauan Kembali, agar kasus cepat selesai. Jika mereka berdua benar, mereka akan tetap di KPK. Tetapi jika keduanya terbukti salah, mereka harus keluar agar tidak membebani langkah institusi pemberantas korupsi ini.

Anggapan bahwa KPK akan lumpuh, atau bahkan mati, jika ditinggalkan Bibit dan Chandra sementara atau selamanya, jika mereka berdua diajukan ke pengadilan, adalah merupakan persepsi yang SALAH KAPRAH. Sepintas nampak benar, namun sebenarnya salah total. Hal ini pula yang dipikirkan oleh para musuh KPK.

Seharusnya para pembela KPK yakin, apapun yang terjadi dan sedang dialami para pimpinan KPK, lembaga ini harus tetap hidup dan berfungsi. Jika begini cara berpikir kita, akan merangsang daya cipta kita untuk menciptakan sebuah MEKANISME INTERNAL dan EKSTERNAL, sebagai antisipasi, jika oleh karena satu dan lain hal, beberapa atau bahkan semua pimpinan KPK berhalangan, atau dibuat berhalangan, baik sementara maupun tetap.

Menurut saya, sekarang ini belum terlambat untuk menyingkirkan opsi DEPONEERING dan Peninjauan Kembali atau PK. Mantapkan tekad untuk mendorong penyelesaian permanen kasus Bibit-Chandra melalui pengadilan. Dan secara simultan kita pikirkan cara-cara terbaik agar KPK tetap eksis dan berfungsi secara optimal, meskipun beberapa pimpinannya sedang non-aktif dan menghadapi masalah.

Tak ada yang lebih merugikan daripada salah bertindak akibat kita salah menetapkan fokus dan salah persepsi tentang suatu hal atau kejadian.

Mari kita yakinkan pada diri sendiri dan semua pihak yang peduli, bahwa apapun yang terjadi, di internal maupun eksternal lembaga, KPK TAK AKAN PERNAH ADA MATINYA!

MAJULAH PAK BIBIT DAN CHANDRA! MAJULAH KPK!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s