Video Luna Maya-Ariel Peterpan-Cut tari…Media Massa, terutama TV, Berperan Mempercepat Penyebarannya!

foto detikcomP VIDEO ASUSILA artis mirip LUNA MAYA-ARIEL PETERPAN nampaknya semakin mengkhawatirkan. Apalagi setelah muncul video serupa artis mirip ARIEL-CUT TARI. Konon video-video ini telah didownload oleh ratusan ribu orang perhari.

Demikian menggilanya peredaran VIDEO ASUSILA tersebut membuat beberapa pihak mulai khawatir. Karena dengan kemudahan akses internet, baik melalui warnet,komputer pribadi maupun HP, menjadikan video ini bisa dilihat atau didownload oleh siapapun juga. Tak terkecuali remaja dan bahkan anak-anak.

Kerusakan moral akibat peredaran VIDEO ASUSILA mirip artis tersebut tak perlu diperdebatkan lagi. Demikian juga pihak-pihak yang, sadar atau tidak sadar, turut andil sehingga hal tersebut bisa terjadi.

Salah satunya adalah media masa, terutama TV. Tak dapat disangkal lagi mereka ikut andil dalam penyebarluasan VIDEO TAK SENONOH ini ke publik!
Memang tidak secara langsung. Tetapi melalui eksploitasi pemberitaan kasus video ini, yang menjadikan Stasion TV tak ubahnya seperti media iklan bagi VIDEO ASUSILA ini dan menarik minat orang terutama para kawula muda untuk melihatnya.

Coba perhatikan cara-cara Jurnalis TV memberitakan kasus VIDEO ASUSILA dengan pelakon mirip artis LUNA MAYA, ARIEL PETERPAN dan CUT TARI itu. Potongan-potongan adegan orang dewasa, diulang-ulang beberapa kali, seolah-olah si jurnalis ingin menamamkan adegan tersebut ke dalam benak pemirsanya. Mungkin semacam cuci otak, meskipun mereka tak bermaksud demikian.

Memang benar mereka mengaburkan gambar adegan tersebut, namun wajah si artis nampak jelas. Namun justru cara penayangan berulang-ulang seperti itu, makin membuat para pemirsa, terutama kawula muda dan bahkan anak-anak, menjadi semakin penasaran dan mendorong mereka untuk mencari dan melihat video yang sebenarnya.

Mungkin para jurnalis tersebut dapat berkilah, bukan urusan mereka kalau para pemirsa TV lantas bertindak sejauh itu. Bukan urusan mereka pula kalau pemberitaan dan ulasan mereka tentang hal tersebut. meningkatkan trafick pencarian dan download VIDEO ASUSILA tersebut di dunia maya. Namun menurut saya, logika tersebut merupakan PENGINGKARAN terhadap tanggung jawab dan kewajiban pers terhadap publik.

Kalau kita perhatikan, setiap kali ada upaya dari pihak tertentu, untuk mengebiri atau mengganggu hak-hak jurnalismenya, mereka akan MENCAK-MENCAK seperti orang tua yang kebakaran jenggot. Tetapi kalau sudah menyangkut tanggung jawab dan kewajiban terhadap publik, seolah mereka tak peduli, dan cenderung berkelit!

Mereka pasti tahu, yang dibutuhkan publik dari sebuah media massa adalah informasi yang benar, bukan sensasi hasil eksploitasi! Jadi apa susahnya membuat berita, misalnya tentang video memalukan tokoh mirip artis, yang berisi kebenaran tanpa ilustrasi potongan adegan asusila yang diulang-ulang? Apakah ini hanya masalah rating dan sharing? Ataukah media khawatir, PUBLIK TAK AKAN PERCAYA pada apa yang mereka ungkapkan? Jika ini yang terjadi, masalahnya bukan pada APA YANG MEREKA BERITAKAN tetapi pada MEDIA YANG MEMBERITAKANNYA!


Foto dokumentasi detikcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s