Ariel Dilaporkan ke BARESKRIM POLRI…Merusak Kamera Wartawan Trans TV…Wartawan Jangan Lebay

Laporkan Ariel Peterpan ke BARESKRIM karena mematahkan kamera, wartawan TRANS TV dianggap LEBAY.

Saya tak mengatakan bahwa yang dilakukan Ariel benar, namun para wartawan seharusnya dapat memahami suasana hati penyanyi yang sedang tersangkut kasus video porno, dan tidak memaksakan sebuah pernyataan atau wawancara. Cara-cara arogan atau semi arogan yang sering dilakukan para wartawan untuk mendapatkan info, tak jarang mimicu emosi subyek berita untuk melakukan kekerasan fisik maupun verbal terhadapnya. Wartawan mestinya bisa menganggap hal ini sebagai bagian resiko profesi. Kecuali jika kekerasan sudah mengancam keselamatan dan nyawa sang wartawan!

Dalam menjalankan profesi, seringkali wartawan terlalu mengedepankan hak-haknya, yang katanya dilindungi oleh UU. Namun harus dipahami, bahwa
Subyek berita juga memiliki hak yang harus dihormati oleh mereka. Sebagaimana wartawan mempunyai hak untuk mendapatkan informasi untuk diketahui publik, subyek berita, sepanjang info tersebut menyangkut dirinya, dalam batas-batas tertentu dia berhak menahan informasi yang dia miliki, untuk tidak dipublikasikan.

Saya jadi teringat ritual penangkapan para kriminal oleh polisi pada film-film barat. Polisi atau Detektif selalu membacakan hak-hak tersangka, yang diantaranya berbunyi demikian: …anda BERHAK DIAM, karena apa yang anda katakan dapat memperberat anda di pengadilan… Meskipun tak sama persis, namun menurut saya hal tersebut cukup relevan diterapkan dalam interaksi antara wartawan dan orang yang menjadi subyek beritanya!

Tentu saja para wartawan tersebut tak perlu berkata: …Mas Ariel, atau Mbak Luna, atau Mbak Tari…anda berhak diam dan tak bersedia kami wawancarai, jika apa yang anda katakan nanti dapat memperberat anda dipengadilan atau mempermalukan anda di depan publik… Tetapi hal tersebut dapat direfleksikan pada cara-cara mereka memperlakukan subyek berita, dengan cara yang santun, manusiawi dan tidak memaksakan kehendak.

Dapat kita bayangkan perasaan Ariel dan Luna, saat merasa tertekan atas dugaan kasus asusila yang menerpanya, dan sedang pusing setelah menjalani pemeriksaan oleh polisi, begitu keluar langsung dikerubuti puluhan wartawan. Bagaimana tidak tambah pusing ketika belasan kamera, mikrophon dan alat perekam disodorkan ke muka mereka. Belum lagi hujan pertanyaan seperti dengung di pasar induk, yang kadang memojokkan. Wajarlah kalau mereka kadang lepas kendali dan marah.

Saya pikir para wartawan tak berhak berlindung di bawah payung kode etik jurnalisme, jika mereka sendiri tidak bisa menjujung tinggi etika saat berinteraksi dengan subyek beritanya, dan memahami bahwa subyek berita juga mempunyai hak untuk melindungi diri dari hal-hal yang berpotensi merugikan. Memaksakan kehendak adalah refleksi dari KESOMBONGAN dan AROGANSI PROFESI.

2 responses to “Ariel Dilaporkan ke BARESKRIM POLRI…Merusak Kamera Wartawan Trans TV…Wartawan Jangan Lebay

  1. fargo Juni 12, 2010 pukul 12:37 pm

    buat smua wartawan yah….aku rasa kalian masih punya hati nurani juga deh…aku tau ni pekerjaan kalian, tapi kalian jg harus liat keterpurukan orang lain juga dong…ga seenaknya main laporin kyk gitu…masalh sepele eh malah dibesar2kan..dia udah punya masalh besar di indonesia tercinta apa kurang puas kalian nambahin penderitaan dia???aku harap kalian bisa lebih dewasa dalam hal ini..thanks yah wat info nya….

  2. Si Paijah Juni 12, 2010 pukul 4:38 pm

    ah wartawan2 itu seharusnya juga menghargailah privasi orang, saya sih kasihan tapi apa mau dikata toh wartawan juga mengejar uang demi rating tempatnya bekerja. Bukannya wartawan juga salah wajar tho kalo orang didesak2 gitu, lain lagi ceritanya kalo si wartawan cuma diem jegideg terus ariel tiba2 nyelonong ngrusak kamera, logikanya dimana sekarang hey wartawan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s