Ibas Yudhoyono Sekjen Baru Partai Demokrat…Lompatan Karier Politik sang Putra SBY

foto detikcomSUARABANGET.COM-Didaulatnya dua kader muda di puncak kepengurusan Partai Demokrat merupakan keberanian yang patut diacungi jempol. Setelah Anas Urbaningrum terpilih sebagai Ketua Umum, setelah mengalahkan dua rival muda lainnya pada Konggres II PD beberapa bulan yang lalu, kini giliran partai pemenang pemilu 2009 tersebut, mengangkat SEKJEN PARTAI BESAR TERMUDA di Indonesia. Namun sayang, mengapa harus Edhi Baskoro Yudhoyono?

Bagi sebuah partai, apalagi sebuah partai besar, posisi SEKJEN adalah sebuah jabatan strategis, yang terlalu riskan untuk dipercayakan kepada kader partai yang masih minim pengalaman dan belum cukup matang kemampuan politiknya. Jabatan ini juga terlalu tinggi untuk ajang pelatihan politik kader muda yang akan dipersiapkan untuk regenerasi kepemimpinan partai di masa depan.

Bahkan Megawati, yang sering dianggap sebagai politikus dan ketua partai feodal, belum berani menempatkan Puan Maharani, yang sering dianggap sebagai putri mahkota dan telah cukup lama berkecimpung di DPP, pada posisi kedua tertinggi di PDIP. Namun mengapa PD berani memberi anugerah lompatan karier politik sejauh itu kepada Ibas Yudhoyono?

Banyak yang berpendapat, bahwa sebenarnya tim penyusun kepengurusan partai paham betul jika masih terlalu berat membebankan jabatan SEKJEN partai ke pundak putra kedua SBY tersebut. Itulah sebabnya mengapa EMPAT ORANG WAKIL SEKJEN didaulat untuk mendampinginya. Jumlah yang terlalu banyak untuk mendampingi seorang SEKJEN yang dipandang telah mampu menerima tanggung-jawab sebesar itu.

Meskipun Ibas adalah putra SBY, di mata publik beliau adalah politikus yang masih hijau dan masih harus membuktikan, bahwa pencapaian karier politiknya hingga saat ini, bukan karena TUAH NAMA BESAR BAPAKNYA!

Apalagi jika pengangkatan beliau sebagai orang kedua PD, hanya untuk menyenangkan hati bapaknya, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Atau hanya untuk menghadirkan sosok yang dianggap akan mewakili citra pesona SBY di dalam partai. Seperti Megawati yang dijadikan sarana menghadirkan citra pesona Soekarno pada PDIP. Jika ini benar, akan menjadi sebuah ironi bagi partai politik yang sedang bermetamorfosis menjadi partai modern.

Tetapi semua itu adalah hak prerogatif dari pak Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai untuk menempatkan orang-orang pilihanya dalam kepengurusan partai. Sekarang tinggal Ibas Yudhoyono sendiri yang harus membuktikan, bahwa dia bukan buah yang cepat matang karena dikarbit, dan cepat membusuk sebelum memberi manfaat!


Foto dokumentasi detikcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s