Kontroversi Seputar Masuknya Andi Nurpati ke Partai Demokrat…Kesalahan Anas Urbaningrum?

SUARABANGET.COM-Baru kali ini ada seorang pejabat negara, seorang Komisioner KPU, melampirkan bukti kesalahan yang telah dilakukan, agar diberhentikan dari jabatannya.

Pejabat tersebut adalah Andi Nurpati. Kesalahannya yang cukup fatal adalah menjadi pengurus Partai Demokrat, sementara dia masih menjadi anggota KPU aktif. Dalang dari semua kejadian memalukan ini adalah Anas Urbaningrum, Ketua Umum yang baru dari Partai Demokrat.

Sebagai mantan anggota KPU, pasti mas Anas mengerti aturan dan kode etik lembaga tersebut. Namun mengapa beliau seolah-olah mengabaikan pengetahuannya itu, dan memaksakan diri merekrut Andi Nurpati? Sedemikian berharganya dan tak tergantikannya seorang Andi Nurpati, sehingga mas Anas mempermalukan diri sendiri dan partainya?

Ini adalah kesalahan kedua yang dilakukan Anas Urbaningrum, setelah mendudukkan Ibas Yudhoyono yang masih hijau dalam kegiatan politik praktis, sebagai Sekjen. Setidak-tidaknya menurut saya dan beberapa pengamat yang masih meragukan kemampuan politik putra SBY tersebut.

Ultimatum Anas Urbaningrum agar bu Andi segera mengajukan pengunduran dirinya sebagai anggota KPU, justru makin menegaskan kekurang cerdasan beliau sebagai Ketua Umum sebuah partai besar! Bukankah beliau tahu, bahwa anggota KPU tidak dapat mengundurkan diri sebelum habis masa pengabdiannya, kecuali sakit permanen dan dinyatakan gila?

Menurut saya kesalahan yang kedua dari sang Ketua Umum PD ini cukup fatal. Bukan hanya telah memicu ketidaknyamanan di lembaga KPU terkait pemecatan Andi Nurpati saja. Namun juga memunculkan dugaan adanya aksi partisan dari anggota KPU tersebut yang menguntungkan Partai Demokrat pada PEMILU 2009 yang lalu, sehingga ada lonjakan perolehan suara yang sangat luar biasa. Dan sekarang adalah waktunya untuk balas budi.

Meskipun alasan balas budi tersebut tidak terlalu meyakinkan, karena kalau benar Andi Nurpati itu seorang partisan binaan Partai Demokrat, kalau berpikiran cerdas lebih menguntungkan jika terus menanam dia di KPU sampai akhir jabatannya. Lagi pula, waktu balas budi yang terlalu awal bisa menimbulkan kecurigaan publik.

Namun bagi lawan politik Demokrat, penalaran tersebut diatas bisa diabaikan! Yang penting bisa menghujat dan memojokkan partainya pemerintah itu, sehingga dapat merusak citra yang sedang dibangun.

Nampaknya Ketua Umum PD yang baru ini masih harus belajar banyak agar dapat BERMAIN CANTIK, agar tidak menimbulkan kontroversi yang kontraproduktif. Atau sedang kilaf saja?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s