Rekening Mencurigakan Perwira POLRI…Apa Yang Mesti Dilakukan POLRI?

foto okezoneSUARABANGET.COM. Hak POLRI untuk menggugat majalah TEMPO terkait cover edisi 28 juni-4 juli yang bertajuk: Rekening Gendut Perwira Polisi. Namun jika dilakukan sekarang, tindakan emosional ini justru dapat memperburuk citranya di mata publik yang cenderung menurun belakangan ini.

Melihat gaya hidup beberapa oknum polisi di lingkungan mereka sendiri yang terkesan tidak wajarpun, publik cenderung percaya apa yang dipaparkan TEMPO adalah sebuah kebenaran.

Apalagi laporan hasil analisa PPATK antara tahun 2005-2010, jelas-jelas mengindikasikan ada 20 rekening Petingi POLRI yang tidak wajar. Ini baru soal rekening! Jumlahnya mungkin akan lebih banyak jika yang kita persoalkan adalah KEKAYAAN YANG TIDAK WAJAR!

Mungkin benar apa yang dikatakan KAPOLRI Jenderal Bambang Hendarso Danuri, bahwa pemberitaan media, terutama TEMPO, terlalu tendensius, karena tidak semua yang dilaporkan PPATK merupakan pelanggaran hukum. Menurut beliau, laporan PPATK tersebut sedang diselidiki secara internal dan sebagian telah dipertanggung-jawabkan. Namun publik belum atau bahkan tak pernah diberitahu hasilnya.

Lebih parah lagi nampaknya publik belum bisa percaya, POLRI benar-benar telah melakukan semua itu. Masyarakat tak pernah tahu siapa saja petinggi POLRI yang sedang diperiksa, apalagi hasil pemeriksaannya. Alasan bahwa pemeriksaan bersifat internal dan bukan konsumsi publikpun mudah dipatahkan, karena kasus rekening dan kekayaan tak wajar yang dimiliki oknum petinggi POLRI dan Anggota POLRI pada umumnya, sudah lama menjadi kecurigaan dan perhatian masyarakat luas.

Satu hal dapat dilakukan KAPOLRI untuk menjawab keraguan publik atas keseriusan institusi penegak hukum ini dalam menyelesaikan kasus rekening gendut ke-20 petinggi POLRI. Jika khawatir ada konflik kepentingan dan masalah independensi, Jenderal BHD harus legawa atau iklas menyerahkan ke dua puluh perwiranya tersebut, jika perlu termasuk dirinya sendiri, kepada KPK.

Atau menunggu sampai Presiden SBY mengultimatum dan memerintahkannya…? Namun apakah Presiden mau turun tangan dalam perkara ini?

Foto dokumentasi OKEZONE.COM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s