Jika Hendarman Supandji Dianggap Kalap…Yusril Ihza Mahendra Tak Kalah Kalapnya!

SUARABANGET.COM: Menanggapi ancaman Hendarman Supandji yang akan menuntut balik pihak-pihak yang menuduhnya telah menerima suap 3 juta US dollar dalam kasus SISMINBAKUM, Yusril Ihza Mahendra menganggap Jaksa Agung kalap.

Namun jika kita mencermati manuver-manuver mantan Mensesneg itu sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus SISMINBAKUM oleh Jaksa Agung, sebenarnya langkah-langkah pak Yusril tak kalah kalapnya dengan pak Hendarman. Tentu kita masih ingat pernyataannya saat mengeluarkan ancaman akan membuka borok di lingkungan dalam istana, SAYA MATI, SEMUA JUGA HARUS MATI! Jadi kalau kita anggap ada perseteruan antara keduanya, secara sinis bolehlah dikatakan ada perseteruan antara orang kalap dengan orang kalap lainnya!

Dalam beberapa wawancara dan talk show di TV, maupun pernyataan-pernyataannya yang dikutip berbagai media cetak dan online, Yusril selalu mengatakan keyakinannya bahwa dia tidak bersalah. Menurut dia kasus SISMINBAKUM dan penetapannya sebagai tersangka adalah rekayasa pihak-pihak tertentu. Bahkan secara terang terangan dia menuduh ada kolusi antara pihak Kejaksaan Agung dengan beberapa anggota DPR untuk menjadikannya sebagai tersangka dalam kasus tersebut di atas. Diapun sangat yakin bahwa proyek SISMINBAKUM telah dilakukan secara prosedural, dan dengan penuh keyakinan dia sempat menantang mantan bosnya, Presiden SBY, untuk berdebat soal ini.

Tetapi mengapa keyakinannya tersebut sepertinya tidak membeuatnya PD untuk menghadapi tuduhan Jaksa Agung tersebut? Mengapa Guru Besar Hukum Tata Negara itu, terlalu cepat mengeluarkan KARTU TRUF atau SENJATA PAMUNGKASNYA?

Mungkin saja dibalik keyakinannya yang nampak luar biasa tersebut ada benih kerapuhan atau titik lemah yang membuatnya harus menyerang secara frontal Jaksa Agung terlebih dahulu, sebelum institusi penegak hukum tersebut melihatnya atau memanfaatkannya untuk menyeretnya ke depan sidang pengadilan.

Terbukti tindakan-tindakan kalap Yusril, seperti laporannya ke MABES POLRI, dan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, memberi alasan hukum yang logis untuk tidak memenuhi panggilan Jaksa Agung dan menjawab pertanyaan sepanjang sudah memasuki pokok perkaranya sebagai tersangka.

Setidak-tidaknya pendiri Partai Bulan Bintang tersebut sukses mengulur waktu sementara untuk menata ulang strategi perlawanan hukumnya jika gugatatannya ke MABES POLRI dan permohonan uji materi ke MK gagal. Lebih-lebih jika dia berhasil memenangkan gugatan-gugatannya dan mendapatkan pembenaran konstitusional atas dugaan tidak legalnya jabatan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung, selain dapat mengulur waktu, mungkin malah dakwaan terhadap dirinya harus dibatalkan demi hukum, karena dibuat oleh institusi yang dipimpin oleh pejabat ilegal!

Kata seorang pakar perang Cina klasik, PERTAHANAN YANG PALING KUAT ADALAH DENGAN MENYERANG TERLEBIH DAHULU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s