Kasus Sisminbakum…DPR Jangan Latah!

SUARABANGET.COM: Seperti yang dinyatakan Ahmad Yani, seorang anggota Komisi III DPR dari FPPP, setelah mendengar keterangan dari Yusril Ihza Mahendra dan Dirjen Hukum Umum Kemenkum dan HAM Romli Atmasasmita, pengungkapan kembali kasus SISMINBAKUM dan penetapan Yusril sebagai tersangka, penuh rekayasa dan dipolitisasi. Oleh karena itu Komisi III bermaksud minta pertanggung-jawaban Jaksa Agung, dan bila perlu akan mengajukan hak interpelasi atau bahkan hak angket.

Seharusnya saya angkat topi terhadap rencana anggota Komisi III DPR itu, yang merupakan manifestasi pengawasan terhadap kinerja lembaga yudikatif. Namun kok rasanya berat sekali.

Pertama, menurut saya, kasus SISMINBAKUM dan penetapan Yusril Ihza Mahendra sebagai tersangka, tak cukup urgen untuk ditindak-lanjuti oleh DPR. Biarlah Yusril dan pihak-pihak terkait yang menyelesaikan. Toh Yusril bukan orang bodoh dan takut melawan kesewenang-wenangan yang mengarah kepadanya.

Namun alasan saya yang utama adalah tidak ada manfaatnya campur tangan DPR dalam penyelesain kasus-kasus hukum yang sedang berjalan. Atau kalau saya boleh berkata agak kasar, campur tangan DPR itu hanya HANGAT-HANGAT TAHI AYAM!

Ingat betapa hebohnya ketika DPR menggelar hak angket KASUS CENTURY? Setelah itu lalu apa? KASUS CENTURY yang saat ini ditangani KPK di bawah supervisi Tim Pengawas dari DPR, sampai sekarang ini masih belum jelas ujung pangkalnya.

Ingat pula betapa garangnya paraanggota Komisi III ketika ikut campur tangan dalam kasusnya Susno Duadji. Bahkan beberapa anggotanya sempat bersitegang dan saling ancam dengan penyidik POLRI saat sang Wistle Blower dijadikan tersangka dan ditahan? Namun sekarang…? Praktis mereka yang dulunya begitu getol membela pak Susno, telah meninggalkan beliau kesepian dibalik jeruji dan melupakannya karema sudah mempunyai MAINAN lain, atau sedang mencari-cari…?

Jadi, kalau hanya sekedar untuk cari muka dan sensasi, tak usahlah ikut-ikutan mengurusi kasus SISMINBAKUM dan Yusril. Apalagi, menurut saya, kasus tersebut tak cukup penting dan urgen untuk melibatkan DPR.

MEMANG SUDAH TIDAK ADA PEKERJAAN LAIN YANG LEBIH PENTING DAN MENDESAK yang harus diselesaikan DPR? Misalnya pembahasan RUU yang selama ini terbengkalai!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s