TPM Harus Bertindak Profesional Dalam Membela Baasyir

SUARABANGET.COM. Bukan hanya polisi yang harus bertindak profesional dalam menangani kasus dugaan keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam aksi terorisme dan pelatihan militer di Aceh. Tim Pembela Muslim pimpinan Mahendra Datta, juga harus bersikap profesional dalam melakukan pembelaan terhadapnya.

Meskipun azas praduga tak bersalah juga harus diterapkan pada pemimpin ponpes Al Mukmin Ngruki Solo, namun TPM jangan sampai menisbikan kemungkinan beliau bersalah. Ikatan batin sebagai sesama Muslim hendaknya jangan sampai membuat mereka lupa fakta, ustadz Abu juga manusia biasa yang dapat berbuat salah. Keyakinan yang berlebihan, bahwa beliau tidak mungkin berbuat salah, terlibat dalam jaringan terorisme yang dituduhkan polisi, justru mengingkari keterbatasan manusia untuk memahami luar-dalam manusia lainnya.

Saya anggap TPM telah bertindak bodoh, jika melakukan pembelaan mati-matian hanya berdasarkan pengakuan sepihak Abu Bakar Baasyir, tanpa mempertimbangkan temuan-temuan bukti materiel dan pengakuan tersangka lainnya.

Atau mungkin beginilah standard kerja para pengacara? Namun dibalik ini semua saya tetap yakin, bahwa seorang pengacara yang baik, mengabdi sepenuh hati kepada Sang Dewi Keadilan. Bukan mengabdi pada klien atau bahkan uangnya!

2 responses to “TPM Harus Bertindak Profesional Dalam Membela Baasyir

  1. ANDHIKA BAGUS SUWARTANA Agustus 19, 2010 pukul 1:47 am

    Terselip kebencian ditulisan anda, agar diingat bahwa ini penangkapan ke tiga terhadap Abubakar Ba’asyir. Yang Pertama akhirnya terpaksa dilegalisasi pengadilan dengan tuduhan Imigrasi… Yang kedua akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung. Sudah dua kali Ba’asyir tidak seperti yang dituduhkan, apakah kemudian kita harus percaya yang ketiga ini benar? Keledai saja tidak mau masuk kelubang yang sama dua kali, tidak tahu kalau anda. Sekali lagi, anda boleh benci tapi bersikaplah yang fair. Terima Kasih

    EKO DETO: Hak anda untuk menyatakan demikian. Namun menurut saya, lebih fair jika saya menganggap dua kemungkinan, bersalah atau tidak bersalah, dapat terjadi pada ustadz Baasyir. Pertama, karena saya tak BENAR-BENAR MENGENAL beliau luar dalam. Kedua, saya tak pernah BENAR-BENAR YAKIN bisa mengenal orang lain luar dalam. Jangan karena terlalu memuja beliau, kita anggap beliau pasti dan selalu benar.

  2. ANDHIKA BAGUS SUWARTANA Agustus 21, 2010 pukul 2:38 am

    Sebuah analisa yng mana adalah memang menempatkan kita diposisi ambivalen, tidak kekiri tidak kekanan tapi juga tidak ditengah (karena tengah adalah posisi juga). Akan aman memang kalau kita bilang tidak ada manusia yang tidak berdosa atau bersalah, karena manusia yang tidak berdosa hanyalah Nabi Muhammad SAW, itupun beliau selalu meminta ampun kepada Allah SWT.

    Semua hal bisa dipandang dari berbagai sisi, apalagi bilamana dipandang berdasarkan fakta yang sepotong-sepotong. Misalnya saja, dengan sekedar melihat foto anda (kalau itu betul foto anda) maka saya bisa berpendapat setidaknya 2 hal, apakah gigi anda yang terlalu maju atau bibir anda yang terlalu mundur, belum lagi apabila mulai dibahas mengenai angle foto dan lain-lain. Intinya suatu masalah bisa dilihat dari berbagai sisi, anda benar untuk prinsip klise semacam itu.

    Anjuran tidak memuja sudah merupakan prasangka buruk, karena seakan-akan orang-orang yang mendukung Baasyir bukan orang yang mengenal Agama, dimana hanya satu yang harus dipuja yaitu Allah SWT dan memuja yang lain selain Allah hukumnya Syirik. Tolong hilangkan prasangka buruk tersebut, disini yang ada hanyalah apakah anda takut mengambil posisi karena tidak punya data publik yang akurat mengenai betapa Baasyir sudah kenyang ditangkap,ditahan, dituduh dengan tuduhan yang akhirnya terbukti BOHONG? Belum lagi melihat track record Polisi saat ini yang terburai melakukan berbagai rekayasa dalam berbagai kasus?????. Lebih baik anda yang lebih bijaksana dalam membuat komentar terhadap masalah yang sudah terang benderang dikalangan masyarakat.

    EKO DETO: Anda benar! Tulisan saya memang berdasarkan sudut pandang dan persepsi saya tentang sesuatu hal atau peristiwa. Sebagaimana anda mengomentari tulisan saya berdasarkan sudut pandang dan persepsi anda. Dan seperti saya, andapun pasti punya prasangka, itu kalau anda mau mengakuinya. Tidak pada Baasyir, tapi pada polisi…atau pada saya.Prasangka buruk saya pada Baasyir bukannya sama sekali tidak berdasar. Meskipun mungkin yang mendasari prasangka saya terhadap beliau anda anggap sumir atau klise. Sejak kejadian bom bali 1 hingga bom mega kuningan, beliau konsisten menganggap para pelaku yg telah terbukti bersalah adalah para mujahid, hanya karena sasaran mereka adalah kepentingan Amerika dan konco-konconya yg jelas2 beliau benci sampai ke sumsum tulang. Meskipun beliau mengakui CARA mereka SALAH, tp sasarannya sudah DIANGGAP TEPAT. Bagi saya, seorang mujahid, pejuang Islam, bukan hanya tujuannya yang harus benar, CARANYAPUN MUTLAK HARUS BENAR! Dan kalau anda menginginkan pernyataan tegas dari saya, sikap KEBENCIAN dan PHOBIA BAASYIR THD AMERIKA YG SANGAT BERLEBIHAN, yg sangat jelas dalam berbagai pernyataan beliau, merupakan typikal pandangan para teroris thd Amerika dkk, yg membuat mereka bisa bertindak brutal atas nama agama!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s