Jalan Tengah Buat Terpidana Korupsi Syaukani HR

SUARABANGET.COM. Memang seharusnya Presiden SBY tidak terlalu sering mengeluarkan kebijaksanaan yang kontroversial, karena akan memicu kritik atau makian publik yang kontra produktif dengan upaya peningkatan atau perbaikan citra beliau di mata publik. Namun kalau beliau yakin kebijaksanaan yang diambil sudah benar, beliau harus dapat menjawab keberatan publik segamblang mungkin.

Seperti dalam kasus pemberian keringanan hukuman dan pembebasan terpidana korupsi Syaukani HR, lautan kritik berupaya menenggelamkan beliau. Saya pribadi, dan mantan Wantimpres Buyung Nasution dapat memahami dan menyetujui kebijaksanaan Presiden tersebut. Dengan catatan mantan Bupati Kutai Kertanegara tersebut benar-benar sakit stroke parah dan tak tersembuhkan seperti yang diperlihatkan beberapa media TV baru-baru ini.

Menurut saya alasan demi kemanusian cukup logis. Memenjarakan orang sakit yang sudah lumpuh dan nyaris buta yang kadang tak menyadari diri sendiri dan lingkungannya, dari aspek pembinaan sudah tidak ada gunanya lagi. Kecuali alasan penahanannya adalah sebagai upaya balas dendam dan upaya menakut-nakuti para calon koruptor…

Namun sebenarnya ada jalan tengah, yang herannya tak terpikirkan oleh Presiden, atau telah terpikirkan tapi dengan alasan tertentu beliau abaikan. Jalan tengah yang dapat mengakomodasi pertimbangan kemanusian Presiden, dan aspek penghukuman terhadap terpidana koruptor yang tidak selayaknya mendapat ampunan atau keringanan.

Jalan tengah yang disarankan salah satunya oleh Yudi Latif, Direktur Eksekutif Forum Institut Paramadina, adalah mengubah status Syaukani HR menjadi tahanan kota atau tahanan rumah untuk sementara waktu sampai keadaan terpidana memungkinkan dikembalikan penjara, atau secara permanen jika memang sakitnya benar-benar tak tersembuhkan.

Menurut saya jalan tengah tersebut di atas cukup adil. Terpidana dapat dirawa di RS atau di rumah di tengah-tengah keluarganya, tanpa menghapus statusnya sebagai terpidana sampai waktu hukumannya selesai.

Meskipun demikian, kalaupun pada waktu itu Presiden SBY memilih opsi ini, tak ada jaminanan tidak akan ada yang mengkritik. Tapi pasti tak separah kritik terhadap kebijaksanaan pengampunan total yang diberikan kepada Syaukani saat ini.

Dunia politik memang begini adanya!

Foto di-cophas dari kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s