Pro-kontra Masa Jabatan Ketua KPK Terpilih

SUARABANGET.COM|Persoalan pemilihan Ketua KPK ternyata bukan hanya soal resistensi beberapa Anggota Dewan terhadap salah satu atau kedua calon yang diajukan Pemerintah. Tetapi juga perbedaan pandangan soal masa jabatan Ketua KPK terpilih. Pemerintah berpendapat 4 tahun, sedangkan kebanyakan anggota Komisi III menyimpulkan masa jabatan hanya untuk 1 tahun.

Perbedaan ini dimungkinkan terjadi karena adanya perbedaan tafsir terhadap pasal 33 dan 34 UU no 30 tahun 2002.

Kajian dan tafsir UU tentu saja bukan keahlian saya. Namun menurut saya, demi efisiensi waktu dan biaya, sebaiknya DPR dan Pemerintah memilih opsi masa jabatan Ketua KPK terpilih adalah 4 tahun.

Saya tidak setuju dengan pendapat anggota Komisi III dari PDIP, Gayus Lumbun, bahwa biaya pemilihan bukan masalah. Karena, sejauh biaya yang dikeluarkan dapat di hemat, mengapa harus melakukan pemborosan? Faktanya Keungan Negera kita bukannya tanpa batas. Banyak pos anggaran yang penting perlu tambahan, salah satunya ya dari langkah penghematan dan efisiensi.

Lagi pula, sejauh perbedaan pendapat antara Pemerintah dan Anggota Dewan tersebut hanya menyangkut masalah perbedaan tafsir terhadap UU, hal ini dapat dimusyawarahkan dan dimufakatkan. Sebab menurut pandangan awam saya, kedua opsi sama-sama memiliki dasar hukum. Tinggal disepakati, opsi mana yang paling efisien.

Kecuali jika ada PERTIMBANGAN ATAU ALASAN LAIN dari para Anggota Dewan, yang hanya diketahui oleh mereka, Tuhan dan setan, untuk ngotot memilih opsi 1 tahun!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s