Bubarkan DENSUS 88?

foto

foto doc. kompas.com

Bisa dimengerti kalau wacana pembubaran DENSUS 88 yang disuarakan Ketua Dewan Pembina Kontras Usman Hamid dan Koordinator Kontras Sumut Diah Susilowati, membuat panas hati POLRI dan khususnya Detasemen Anti Terornya. Meskipun hal tersebut tidak terucap secara verbal.

Betapa tidak? Semua bentuk pengorbanan dan beragam kesulitan dalan mengungkap dan mengejar pelaku teror, seperti tidak ada artinya di mata dua pegiat Kontras. Hal tersebut terjadi hanya karena DENSUS 88 dianggap bertindak berlebihan yang mengarah ke tindak pembantaian dalam upaya menangkap orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi terorisme di Hamparan Perak dan Tanjung Balai Sumut baru-baru ini, dan di daerah-daerah lainnya.

Dengan runtut kedua petinggi Kontras tersebut dapat membeberkan segala macam aturan dan prinsip yang dianggap telah dilanggar DENSUS 88. Tanpa memandang situasi, kondisi dan kesulitan yang mereka hadapi di lapangan. Tanpa memandang pula karakter dan psikologis para pelaku teror yang hendak mereka tangkap.

Bung Usman Hamid dan mbak Diah Susilowati seolah mengabaikan bahwa para tersangka terorisme tak pernah menganggap aksi mereka sebagai tindak kriminalitas, melainkan sebuah perjuangan berdasarkan keyakinan religi dan ideologi yang mereka genggam erat. Yang demi keyakinannya itu, sebagian besar tersangka teroris yang sudah jadi, lebih memilih mati di tembus timah panas senjata DENSUS 88, untuk mendapatkan sorga yang dijanjikan, seperti yang telah ditanamkan ke dalam benak mereka oleh guru ideologis dan spiritual mereka. Bung dan mbak ini juga lupa pada kenyataan, bahwa yang para pelaku teror tawarkan adalah sebuah peperangan! Bukan kriminal biasa, yang dapat diatasi dengan cara-cara biasa seperti yang dimaksud kedua pimpinan Kontras.

Nampaknya Kontras hanya memandang tindakan DENSUS 88 dari kaca mata kuda HAM INDIVIDU yang mereka agung-agungkan, dan mengabaikan HAM KOMUNAL yang menyangkut kepentingan dan keselamatan lebih banyak orang.

Tentu saja kita tidak boleh menisbikan adanya tindakan salah dan berlebihan DENSUS 88, serta menuntut pertanggung jawabannya. Namun kita harus menanggapinya secara adil dan proporsional.

Jangan emosional menuntut pembubaran DENSUS 88. Lalu apa? Menyerahkan penanganan tersangka teroris kepada TNI yang memiliki doktrin perang dan pemusnahan…?

2 responses to “Bubarkan DENSUS 88?

  1. anik muslimah Oktober 8, 2010 pukul 1:35 pm

    InsyaAlloh Dendus 88 bertindak sudah sesuai prosedur, tidak ada pelanggaran, Ham itu milik siapa saja aparat negara juga punya Ham, saya kira Densus itu klau perlu tambah personil yang lebih banyak lagi, supaya teroris segera terkikis habis dibumi Indonesia tercinta ini, Amin!!!!

    • Eko Deto Oktober 8, 2010 pukul 2:34 pm

      Kalau memang ada yang perlu diperbaiki pd DENSUS 88, ya harus diperbaiki. Jangan main usul bubarkan saja, sementara perannya dalam menggulung teroris yg telah menjadi ancaman nyata, masih sangat diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s