Hutang Janji Yusril Ihza Mahendra

foto

Yusril Ihza Mahendra-foto doc kompas.com

Boleh-boleh saja Yusril Ihza Mahendra merasa menjadi orang yang paling berjasa dalam mengoreksi masa jabatan Jaksa Agung, yang menurut keputusan MK, dan senada dengan pendapatnya, seharusnya mengikuti masa jabatan Presiden dan Kabinetnya

Namun jika permohonan uji materi
UU Kejaksaan yang akhirnya melahirkan keputusan MK 22 september yang lalu, adalah sekedar luapan amarah dan upaya mantan Menkumham tersebut untuk menunda atau bahkan menghindari proses hukum KASUS SISMINBAKUM yang sedang menjeratnya, hilang sespek saya terhadap beliau.

Pertama karena UU no:16 tahun 2004 tentang Kejaksaan yang beliau gugat tersebut merupakan produk undang-undang yang lahir dari mejanya semasa menjabat sebagai Menkumham. Kedua, karena beliau baru menggugat soal legalitas jabatan
Jaksa Agung yang disandang Hendarman Soepandji, segera setelah beliau dinyatakan sebagai tersangka dalam KASUS SISMINBAKUM.
Jelas sekali mantan Mensesneg tersebut sangat marah hingga terucap kata-katanya:
KALAU SAYA MATI, SEMUA JUGA HARUS MATI! Sempat pula keluar ancaman beliau akan mengungkap kebusukan yang melibatkan pihak istana negara, yang bagi saya merupakan HUTANG JANJI yang hasus dilunasi.

Sempat muncul dalam benak saya, permohonan uji materi UU Kejaksaan tersebut bukan hanya serangan frontal terhadap pribadi
Jaksa Agung Hendarman Soepandji karena menetapkan dirinya sebagai tersangka. Namun juga serangan terhadap pribadi Presiden SBY dan pemerintahannya, karena tidak melindunginya dari kasus yang diyakini sebagai rekayasa untuk membunuh karakter beliau.

Tetapi saya mengapresiasi positif janji beliau yang akan menjawab semua pertanyaan penyidik tentang substansi KASUS SISMINBAKUM jika beliau dipanggil kembali ke gedung bundar, setelah dilantik Jaksa Agung yang baru.

Layak diingat, setidaknya ada dua HUTANG JANJI Yusril Ihza Mahendra yang harus dilunasi: soal penyelewengan pihak istana yang beliau ketahui semasa menjabat
Mensesneg, dan kesediaanya untuk diperiksa dalam KASUS SISMINBAKUM.

Bagi seorang Muslim, hutang harus dibayar! Bahkan setelah yang berhutang telah meninggal dunia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s