Test Keperawanan Bagi Pelajar?

ilustrasi

ilustrasi doc. tempointeraktif.com

Tidak sulit memahami apa motivasi sebenarnya Bambang Bayu Suseno, seorang anggota Komisi IV DPRD Jambi, mewacanakan TEST KEPERAWANAN saat pendaftaran murid baru SMP, SMU dan Perguruan Tinggi. Alasan mulia untuk mencegah merebaknya paham FREE SEX dikalangan pelajar dan remaja yang sudah sangat mengkhawatirkan, sangat bisa dipahami. Tetapi mengapa harus dilakukan dengan cara-cara konyol, diskriminatif dan berpotensi melanggar hak anak?

Meskipun mungkin hal tersebut merupakan cara yang cukup efektif, harus pula dipertimbangkan dampak psikologis penerapan PERDA TEST KEPERAWANAN bagi pelajar tersebut, yang boleh jadi kontra produktif dengan upaya pengembangan moralitas para kawula muda. Seperti yang diungkapkan Seto Mulyadi, Ketua Pembina KOMNAS Perlindungan Anak, menanggapi wacana TEST KEPERAWANAN dalam penerimaan siswa dan mahasiswa baru:
Kecerdasan moral dan spiritual anak memang harus dikembangkan dan diarahkan. Namun implementasinya bukan dengan cara membuat anak menjadi malu!

Jika wacana kontroversial tentang TEST KEPERAWANAN tersebut hanya untuk menggapai publikasi dan popularitas popularitas Anggota Dewan, seperti kata orang Amerika: GO TO HELL! Tapi jika murni bertujuan mulia untuk meningkatkan moral generasi muda, harus diupayakan cara-cara yang paling manusiawi, dengan dampak psikologis seminim mungkin dan tidak menimbulkan penolakan terutama oleh si remaja itu sendiri. Dan jangan dikait-kaitkan dengan hak dasar mereka untuk memperoleh pendidikan!

Identik dengan TEST KEPERAWANAN bagi pelajar dan mahasiswa, saya menantang Anggota DPR dan DPRD untuk mewacanakan dan merealisasikan UU UJI MORAL DAN SPIRITUAL bagi calon Anggota Dewan maupun Anggota Dewan. Karena hal tersebut terkait erat dengan kinerja para Wakil Rakyat, yang dampak baik dan buruknya menyangkut nasib dan kehidupan rakyat banyak. Terbukti tidak semua Anggota Dewan mempunyai standard moralitas dan spiritual yang tinggi dan layak dibanggakan!

MAU?! BERANI?! SIAP?!



7 responses to “Test Keperawanan Bagi Pelajar?

  1. nanik Oktober 2, 2010 pukul 1:47 pm

    hem,, test keperawan??????
    kl emng test itu untuk menangulangi tindakan free sex,,, jagn balk2’an gini dong,,,
    gbila dilihat dari segi positfnya cuma itu ja,,, tp kl dari negatifnya,,, banyk bngt,,,
    mislanya,, anak2 akan merasa hak asasinya terbatas, dan menbuat anak menjadi melu,, emang gak ada cara lain yg lebih efektif??????

  2. derao Oktober 2, 2010 pukul 8:55 pm

    anggota dewannya betul-betul aneh, mo mengatasi masalah..eh….dengan cara yang lebih bermasalah..aneh..aneh….aneh

  3. anik muslimah Oktober 8, 2010 pukul 1:43 pm

    klau menurut saya tu gak perlu, toh perawan atau tidak kan tanggung jawab moril anak itu sendiri, disini hanya diperlukan peran ortu dlm pengawasan terhadap anak2nya yg menginjak remaja, jgn sampai anak gadisnya kecolongan atau jangan sampai anak jejakanya juga berani nyolong! gawat ni mau dikemanakan moral bangsa ini?

    • Eko Deto Oktober 8, 2010 pukul 2:28 pm

      Benar mbak, Anik. Dalam masalah ini yg diperlukan adalah TINDAKKAN BIJAKSANA yang mengarah pada penyelesaian masalah. Bukan TINDAKAN CARI SENSASI, yang belakangan malah memicu munculnya masalah baru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s