Kepentingan Politik Dalam Penetapan Calon Tunggal KAPOLRI…Why Not?

foto

Komjen Timur Pradopo-foto detikcom

Pada detik-detik terakhir, Presiden SBY mengajukan nama Komjen Timur Pradopo ke DPR, sebagai calon tunggal KAPOLRI yang baru. Setelah sebelumnya sempat beredar 3 nama, yaitu Komjen Nanan Soekarna, Komjen Imam Soedjarwo dan terakhir Komjen Ito Sumardi.

Keputusan Presiden memilih Timur Pradopo, di luar dua nama yang diusulkan Kapolri, ditanggapi negatif beberapa politisi Senayan. Diduga ada kepentingan politik Presiden. Tentu saja ada, dan apa salahnya?

Sama seperti DPR, Presiden adalah sebuah lembaga politik, yang hampir mustahil tidak mempertimbangkan kepentingan politik dalam setiap keputusannya. Semestinya pertanyaan atas keputusan Presiden memilih Komjen Timur, adalah APAKAH PRESIDEN TELAH MENYEIMBANGKAN ANTARA KEPENTINGAN POLITIK DAN KEPENTINGAN YANG LEBIH LUAS? Kalau belum, inilah titik bidik para politisi DPR dan para pengamat untuk mengkritisi keputusan tersebut.

Kalau bicara soal kepentingan politik, atau kepentingan-kepentingan yang lain, apa ada yang bisa menjamin bahwa keputusan Kapolri mengajukan Komjen Nanan dan Komjen Imam sebagai CALON KAPOLRI, benar-benar steril dari kepentingan individu, kelompok-kelompok atau institusi POLRI?

Hal senada juga patut dipertanyakan. Apakah para politisi Senayan yang terhormat, mampu mengesampingkan kepentingan-kepentingan politik tertentu saat melakukan FIT AND PROPER TEST dan memutuskan menerima atau menolak CALON KAPOLRI yang diajukan Presiden? Faktanya, sudah sering terjadi alotnya pembahasan dan pengambilan keputusan di DPR, bukan hanya karena rumitnya permasalahan yang dihadapi, tetapi karena banyaknya benturan kepentingan politik antar politisi dan atau fraksi sertai PARPOL yang bermain DPR.

Sebagai penutup tulisan ini, sebenarnya rakyat tak berkepentingan dengan pro-kontra, intrik dan jual beli kepentingan terkait pemilihan CALON KAPOLRI yang baru. Kecuali satu harapan sederhana, bahwa siapapun KAPOLRI yang terpilih nanti, dapat menciptakan ketertiban, ketentraman dan keaamanan dalam masyarakat. Suatu hal yang terasa rapuh saat ini, seperti gelas retak yang akan pecah berkeping-keping, hanya dengan sedikit sentuhan yang salah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s