Anggota Komisi III Boleh Marah…Tapi Jangan Lupa Prioritas!

foto

Marzuki Alie... Dianggap melangkahi wewenangan Komisi III, di-mosi tak percaya-foto tempointeraktif

Inisiatif Pimpinan DPR mengadakan pertemuan tertutup dengan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo 6 oktober yang lalu, menuai MOSI TIDAK PERCAYA dari anggota Komisi III yang merasa dilangkahi. Terpetik berita gugatan yang ditandatangani oleh 33 anggota Komisi Hukum DPR telah masuk ke Badan Kehormatan DPR kemarin 11 oktober 2010.

Melihat emosi beberapa anggota Komisi III, seperti Bambang Soesatyo, yang menganggap kelima Pimpinan DPR telah melanggar kode etik, nampaknya urusan ini bisa panjang. Mencermati hal ini, saya tergelitik dengan komentar seseorang di situs berita DETIKCOM:… kalaupun esensinya benar, apa urgensinya gugatan ini, sementara banyak pekerjaan mendesak yang harus dituntaskan DPR, khususnya Komisi III?…

Jika tidak diperpanjang Presiden, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan pensiun akhir oktober tahun ini. Mengapa para anggota Komisi III tidak segera melakukan FIT AND PROPER TEST terhadap Komjen Timur Pradopo dan segera membawanya ke Rapa Paripurna untuk memutuskan hasilnya? Adanya kontroversi seputar keterkaitan beliau dengan tragedi TRISAKTI dan SEMANGGI semasa menjadi Kapolres dan lain-lain, mungkin membuat keputusan hasil uji kelayakan menjadi hal yang sulit.

Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian Komisi III DPR adalah UJI KELAYAKAN terhadap dua calon Ketua KPK yang sampai saat ini belum juga dilakukan. Padahal berkas keduanya sudah masuk ke meja Komisi Hukum sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin.

Masalah pemilihan Ketua KPK ini akan lebih mendesak jika Plt Jaksa Agung memutuskan Bibit dan Chandra harus maju ke pengadilan setelah PK-nya ditolak MA. Keputusan ini mengharuskan kedua Pimpinan KPK tersebut NON-AKTIF, sehingga hanya menyisakan dua orang Wakil Ketua di jajaran Pimpinan lembaga anti-korupsi tersebut, yang dikhawatirka dapat mengganggu kinerjanya. Sementara tumpukan kasus yang harus segera diselesaikan menggunung!

Belum lagi jika Presiden telah mendapatkan kembali kecepatan dan keberaniannya untuk segera memutuskan dan mengusulkan Calon Jaksa Agung pengganti Hendarman Soepandji, yang juga harus segera ditindak lanjuti DPR. Masalah ini juga sangat mendesak, karena tidak elok membiarkan kursi Jaksa Agung kosong terlalu lama.

Untuk kepentingan yang lebih besar dan mendesak, mestinya Anggota DPR khususnya dari Komisi III mengesampingkan dulu pertikaiannya dengan Pimpinan DPR. Atau menyelesaikannya dengan cepat dan bijaksana. Apalagi jika pelanggaran kode etik yang dilakukan Marzuki Alie dkk. tidak terlalu prinsip.

Jika khawatir pertemuan tertutup antara Pimpinan DPR dengan Komjen Timur Pradopo, sebelum dilakukan FIT AND PROPER TEST oleh Komisi III, akan memberi kesan adanya PERMAINAN di DPR dalam proses pemilihan Kapolri, masih ada waktu untuk membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar.

NGGAK USAH RIBUT MELULU, AH! Bosan rakyat mendengar dan melihatnya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s