DPR Harus Mengabaikan Ancaman Para Aktivis 98

foto

Komjen Timur Pradopo-foto detikcom

DPR tidak harus tunduk pada ANCAMAN para aktivis 98, yang akan menduduki kembali gedung DPR seperti 12 tahun yang lalu, jika DPR menerima pencalonan Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri.

Ancaman tersebut diucapkan oleh Didi Arianto mantan aktivis 98, pada acara audensi dengan Komisi III DPR jelang Fit and Proper Test terhadap calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari kamis 14 oktober 2010.

Hal ini tidak berarti DPR, khususnya Komisi III mengabaikan keberatan yang diajukan para aktivis tersebut, terkait dengan kemungkinan keterlibatan Komjen Timur dalam pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1998, saat beliau menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat, dan Wadankolaops dalam struktur komando Operasi Mantap Jaya III di bawah pimpinan PANGDAM Jaya.

Anggota Komisi III harus lebih fokus pada ESENSI keberatan yang mereka ajukan. Bukan pada ANCAMAN mereka!

Sangat riskan dan tidak dapat dipertanggung jawabkan jika DPR membuat putusan atas dasar TEKANAN dan ANCAMAN dari pihak manapun, atau hanya untuk MENYENANGKAN atau MENGAMBIL HATI orang atau kelompok manapun, sebagai investasi untuk tahun 2014 yang akan datang!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s