Antara Agama Sesat, Negara Sesat dan Logika Sesat

Jika ada yang berpendapat, berdasarkan beberapa parameter yang terukur, Pemerintahan SBY-BOEDIONO dapat dianggap gagal, hal ini terasa lebih realistis. Namun jika juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto, mengkaitkan maraknya aliran sesat di Indonesia dengan kesesatan Pemerintahan SBY-BOEDIONO, hal ini justru mengindikasikan KESESATAN pemikiran mereka soal MENGAPA ALIRAN SESAT BISA MUNCUL di tengah-tengah ALIRAN LURUS.

ALIRAN SESAT muncul sebagai akibat dari PENAFSIRAN LAIN dari AGAMA MAINSTREAM. Oleh karena hal tersebut menyangkut sebuah KEYAKINAN, masalahnya tak sesederhana yang warga HTI pikirkan. Ada banyak hal yang dapat mengkondisikan seseorang untuk dapat dengan mudah menerima atau beralih keyakinan kepada ajaran yang dianggap sesat.

Jadi pertanyaan yang paling mendasar tentang permasalahan ini adalah: mengapa orang-orang, BAHKAN BEBERAPA UMAT PENGANUT AGAMA MAINSTREAM, dapat menerima dan beralih menganut sebuah ajaran yang dianggap sesat? Apakah ini ada sangkut pautnya dengan kegagalan dakwah para ulama dan pemuka agama mainstream, yang menyebabkan rapuhnya keyakinan umatnya? Atau apakah karena dakwah mereka yang tak dapat menjangkau lebih banyak orang di sekitar mereka? Ataukah karena metode dakwah mereka yang tidak menarik lagi dan tak pernah berubah dari waktu ke waktu, sehingga membosankan dan tidak dapat menjawab permasalahan yang dihadapi umat?

Boleh jadi sikap keras HTI, Ormas dan Komunitas Islam mainstream terhadap para penganut aliran yang dianggap sesat, yang menjadikan mereka semakin teguh memegang keyakinannya. Kalau merujuk pada sejarah awal perkembangan Islam, bukankah tekanan keras permusuhan kaum jahiliyah justru makin memperkukuh keyakinan umat Islam terhadap ajaran yang baru mereka anut?

Menyimpang dari permasalahan di atas, saya justru bertanya keras: kalau benas tujuan gerakan HTI adalah kilafah sedunia, apakah cita-cita ini dapat segera terwujud hanya dengan unjuk kekuatan di jalanan? Apakah komunitas HTI dapat dipandang sebagai model mini dari kilafah sedunia yang mereka perjuangkan? Misalnya soal ekonomi syariahnya. Sangat lucu jika ternyata anggota HTI dalam kehidupan sehari-hari masih akrab dengan sistem ekonomi kapitalis dan produknya.

Atau mereka hanya kumpulan para pemimpi? Dan mengapa pula mereka masih menganggap kata INDONESIA layak menempel pada nama organisasi mereka?

2 responses to “Antara Agama Sesat, Negara Sesat dan Logika Sesat

  1. Rudi Wahyudi Oktober 20, 2010 pukul 4:06 am

    Salam kenal bos. Tukeran link yok, blognya bagus

  2. bahtiar April 5, 2011 pukul 3:55 pm

    Ikuti proses penyadaran korban2 ajaran menyimpang secara live 24 jam, klik link http://sempalan.wordpress.com/2011/03/14/live-24-jam-menyadarkan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s