Selamat Jalan Mbah Maridjan!

foto

Juru Kunci Gunung Merapi-foto detikcom

Andaikata mbah Maridjan bersedia dievakuasi pada detik-detik akhir menjelang letusan gunung Merapi, mungkin para wartawan, relawan dan warga dusun kinahrejo di pengungsian masih dapat mendengar petuah dan canda tawa sang juru kunci Merapi yang sangat fenomenal itu.

Namun itulah harga mati sebuah keyakinan dan keteguhan hati sang juru kunci. Meskipun bahaya telah di depan mata, dan membuat ciut nyali yang lain, tak membuat mbah Maridjan mundur selangkahpun, dan akhirnya menyongsong maut dalam posisi bersujud.

Tentu saja tindakan mbah Maridjan tersebut bukannya tanpa dasar, namun sebagai manusia bisa saja beliau salah menafsirkan tanda-tanda dari alam. Jika pada tahun 2006 silam prediksi beliau bahwa Merapi tak akan meletus terbukti benar, kali ini keyakinannya bahwa efek letusan tak akan membahayakan warga dusun kinah rejo terbukti salah. Belasan warga desa yang menaruh kepercayaan padanya dan seorang wartawan serta dokter turut tewas bersamanya.

Sulit untuk menyimpulkan apakah keputusan mbah Maridjan yang diikuti beberapa warga untuk bertahan di dusun tempat tinggalnya yang berjarak kurang lebih 4 km dari puncak Merapi, adalah cermin kebodohan dan kenaifan atau sebuah kearifan dan keteguhan hati seorang abdi? Semua tergantung dari sisi mana kita memandang.

Sebagai seorang abdi yang ditugaskan untuk menjaga Merapi, beliau telah menjalankan dengan sepenuh hati dan tak ciut nyali meski bahaya besar mengancam. Namun sebagai pemimpin, atau orang yang dipercaya warga dusun, yang kata-katanya akan ditelan mentah-mentah tanpa dikunyah, semestinya beliau dapat bertindak lebih arif dan bijaksana. Kalau dengan kesediaannya turun gunung ke tempat pengungsian, dapat menyelamatkan warga dusun yang menyerahkan nasib kepadanya, mengapa tidak beliau lakukan?!

Tapi ya sudahlah, semua telah terjadi. Kita hanya bisa berharap, keputusan terakhir mbah Maridjan untuk tetap bertahan bersama beberapa pengikutnya di dusun, adalah keputusan yang paling tepat dan dapat dipertanggung-jawabkan di hadapan Yang Maha Agung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s