Mengkritisi Keputusan Mbah Maridjan

foto

Mbah Maridjan-foto detikcom

Semoga segala pujian terhadap mbah Maridjan hanya karena tabu membicarakan hal-hal buruk dari orang yang sudah meninggal. Bukan karena euforia pemujaan kepada sang penjaga Merapi yang sangat fenomenal tersebut.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap mbah Maridjan, saya tetap menganggap keputusannya untuk tetap tinggal di dusun saat terjangan awan panas tinggal menunggu waktu, adalah keputusan yang kurang tepat. Keputusan yang dilandasi sikap fatalisme. Pasrah atas nasib atau kejadian buruk yang akan menimpanya, sementara kesempatan untuk menghindar masih terbuka lebar!

Mungkin benar saya, dan mungki juga anda, tak akan pernah bisa memahami mengapa mbah Maridjan tidak mau turun gunung, sementara tak ada yang bisa beliau lakukan saat terjangan awan panas menghanguskan dusun tempat tinggalnya. Celakanya, beberapa orang warga sukarela mengikuti pilihannya. Lebih ironis lagi beberapa orang luar, entah karena terlalu bersemangat untuk tetap berada di daerah bahaya Merapi, atau terlalu terpukau kepada sang Kuncen Merapi, ikut-ikutan bertahan bersamanya. Untuk apa? Hanya untuk mati konyol terpanggang awan wedhus gembel!

Seandainya mbah Maridjan mau turun gunung pada detik-detik akhir gelombang awan awan melanda dusun Kinahrejo, beliau bukan hanya dapat menyelamatkan nyawanya sendiri, tetapi juga nyawa orang-orang yang setia mengikutinya. Lebih dari itu, beliau masih dapat melanjutkan tugasnya sebagai juru kunci gunung Merapi.

Namun nasi telah menjadi bubur. Semoga wafatnya mbah Maridjan dapat memberi pembelajaran pada kita semua. Tentang dedikasi dan keteguhan hati pada tugas dan tanggung-jawab yang dibebankan dipundaknya.

Harapan saya, Sultan Hamengku Buwono X, juga dapat menyerap pembelajaran dari tragedi yang menimpa mbah Maridjan. Sehingga dapat memilih penggantinya, yang bukan hanya memiliki kemampuan mistis dan supranatural, tetapi juga memiliki pemikiran rasional. Semua itu didedikasikan hanya untuk satu tujuan, yaitu MENJAGA KELESTARIAN MERAPI, DAN KESELAMATAN SEMUA MAKHLUK, YANG HIDUP DAN MENGGANTUNGKAN HIDUP DI WILAYAH GUNUNG MERAPI DAN SEPUTARNYA.

Namun apakah kemampuan mistis atau supranatural dan pemikiran rasional, bisa ada pada diri satu orang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s