Mengapa Yusril Terkesan Mengulur-ngulur Waktu?

foto

Yusril Ihza Mahendra-foto kompas.com

Bagi kebanyakan orang, berurusan dengan hukum adalah sesuatu yang tidak mereka harapkan. Namun kalau tergelincir atau terpaksa berurusan dengan hukum, pasti mereka menginginkan proses yang cepat dan adil.

Tak beda dengan Yusrli Ihza Mahendra, sudah pasti beliau ingin kasus yang menjeratkan segera tuntas. Tentu harapannya dengan kemenangan di pihaknya! Jika perlu harus bisa menang pada kesempatan pertama. Tak perlu sampai ke pengadilan.

Bagi Yusril, tentu hal tersebut bukan hal yang mustahil! Sebagai seorang Guru Besar Hukum Tata Negara, mantan Menteri Kehakiman dan HAM serta mantan Sekretaris Negara, pasti beliau sangat paham tentang prosedur hukum di Indonesia. Termasuk Undang-undangnya dan segala macam aturan dan Peraturannya.

Pengetahuan tersebut tentu sangat berguna bagi pak Yusril, untuk mencari celah-celah hukum yang dapat beliau mainkan. Dan, tak dapat diragukan lagi, beliau telah memainkannya. Tidak sejantan Laksamana Cheng Ho kalau beliau mengingkarinya!

Segera setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus SISMINBAKUM, Yusril menolak untuk diperiksa, atau menurut istilahnya beliau menolak untuk menjawab substansi kasus. Alasannya beliau mempermasalahkan soal legalitas Jaksa Agung Hendarman Soepandji, melalui permohonan uji materi UU Kejaksaan, diikuti dengan laporan ke polisi atas perlakuan tak menyenangkan penyidik Kejaksaan Agung. Kemudian saat keinginannya agar diadakan pemeriksaan terhadap saksi yang meringankan, Megawati, Jusuf Kalla dan Presiden SBY, ditolak penyidik, kembali beliau memohonkan uji penafsiran terhadap KUHAP kepada Mahkamah Konstitusi. Padahal kalaupun ditolak, beliau masih bisa mengajukan permohonan terhadap saksi meringankan yang beliau maksud, kepada Hakim pada saat sidang kelak, meskipun ada kemungkinan akan ditolak juga. Pada tanggal 27 oktober 2010 beliau kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Agung, dengan alasan sakit meriang dan demam. Padahal dalam waktu yang berdekatan beliau menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi dan pemeriksaan di BARESKRIM MABES POLRI atas laporannya terdahulu.

Menurut saya, kalau hanya meriang dan demam, apa salahnya kalau beliau pada saat itu hadir, tidak hanya diwakili oleh pengacaranya dan mohon penjadwalan ulang waktu pemeriksaan. Setidak-tidaknya hal tersebut menunjukkan maksud baik beliau dan tidak terkesan untuk menghindari pemeriksaan sampai MK memutuskan permohonan uji penafsiran soal SAKSI MERINGANKAN yang beliau ajukan.

Pada tanggal 3 nopember 2010 kemarin kembali beliau tidak hadir dalam acara pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejagung, dengan alasan belum ada kesepakatan soal waktu pemeriksaan. Yusril, seperti yang dinyatakan pengacaranya Maqdir Ismail, lebih memilih untuk pergi ke Denpasar menyelesaikan urusan pekerjaan. Dan beliau merasa heran mendengar Plt Jaksa Agung Darmono marah-marah dan bermaksud melakukan pemanggilan paksa jika beliau kembali mangkir pada pemanggilan terakhir yang akan segera dilakukan.

Sebagai orang luar yang tak mengenal secara pribadi sosok Yusril Ihza Mahendra, saya tak tahu pasti apakah semua yang beliau lakukan sebagai upaya pembelaan atau sebuah permainan kekuasaan untuk menunjukkan bahwa sang pelakon Laksamana Cheng Ho tersebut lebih hebat, dan tak layak bagi Kejaksaan Agung untuk memperkarakan dirinya? Yang pasti, menurut pengamatan saya, segala macam manuver yang beliau lakukan, dan TERKESAN MENGULUR-ULUR WAKTU itu, sangat bertentangan dengan keyakinan yang selalu beliau nyatakan kepada publik, bahwa dirinya tidak bersalah dan ada pihak tertentu yang ingin membunuh karakternya dengan merekayasa keterlibatan beliau dalam kasus SISMINBAKUM.

Atau semua yang terlihat hebat itu hanyalah refleksi dari perasaan takut dan rendah diri karena posisinya yang lemah dalam kasus yang kini sedang menjeratnya?

HANYA BELIAU SENDIRI, DAN TUHAN YANG TAHU!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s